Wed 17 Oct 2018

Tolak Keberadaan Teroris di Tanjungbalai, Wali Kota Buat Pernyataan

Wali Kota M Syahrial saat menandatangani pernyataan sikap. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat menggelar deklarasi dalam menjaga kestabilitasan keamanan pasca tindakan terorisme di Tanjungbalai, Aula Kantor Wali Kota, Rabu (16/5/2018).

"Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan senantiasa memperkuat sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Juga kepedulian terhadap situasi lingkungan, termasuk dengan menggalakkan Siskamling di lingkungan," sebut Wali Kota.

Kepada Kepala Lingkungan (Kepling), Syahrial meminta untuk mendata dan mengenali setiap warga di lingkungannya, minimal kepala keluarganya. Sehingga dapat menerapkan aturan terkait wajib lapor 1 x 24 jam bagi tamu atau pendatang.

"Atas nama Pemko Tanjungbalai saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap kejadian yang menimpa salah seorang kepling yang terluka saat menjalankan tugasnya semalam saat mendampingi aparat keamanan," paparnya.

Menurutnya, aksi terorisme bukan hanya menimbulkan kerugian materi saja, bahkan kerugian korban jiwa yang dampaknya dapat menghambat proses pembangunan daerah.

"Saya berharap melalui pertemuan ini, mari bekerjasama menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif dan bersama-sama menjaga Kota Tanjungbalai agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi-aksi yang dapat menimbulkan perpecahan dan kerusakan," ujarnya

Wali Kota juga menghimbau kepada para tokoh agama, alim ulama, para ustad-ustadzah agar dapat memberikan dakwah yang menyejukan, mendamaikan, dapat mengarahkan umat, mengarahkan masyarakat agar berbuat positif, menjadi hamba yang taat beribadah berakhlaq mulia dan berguna bagi bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Forkopimda juga menyampaikan beberapa hal terkait menyikapi situasi Kota atanjungbalai.

Kajari Tanjungbalai, Zullikar Tanjung menyampaikan, apa yang dilakukan saat ini merupakan bentuk kebersamaan dan komitmen bersama dalam menciptakan keamanan dan kondusifitas.

Sementara itu, Kapolres diwakili Kabag Ops Polres Tanjungbalai, Kompol Gunawan Heri Sudarto mengatakan, dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di daerah, saat ini negara Indonesia sedang mendapatkan ujian Kamtibmas.

"Upaya yang telah kami laksanakan di wilayah Polres Tanjungbalai sejauh ini telah berjalan dengan baik. Kami mengajak semua elemen mari jaga tempat kita masing-masing baik kantor, rumah, rumah ibadah. Mari bersama-sama menjaga kebersamaan, keamanan dan kondusifitas di Tanjungbalai," ungkap Gunawan.

Sementara Wakil Ketua DPRD Leiden Butar butar mengajak semua pihak harus bersama-sama saling membenahi diri dan menjaga kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan.

"Kami berharap dari DPRD, mari kita buat semacam kegiatan yang bisa merajut kebersamaan dan kerukunan di Tanjungbalai ini, misalnya kegiatan seni etnis dan budaya. Yang berdampak menolak kekerasan, intimidasi dan mengimplementasikannya Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari," paparnya 

Dandim 0208/AS Letkol ARM Suhono mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk gagasan untuk menolak segala bentuk ancaman dari pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. "Mari kita jaga persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan," sebutnya. 

Diakhir acara dilaksanakan penandatanganan pernyataan sikap oleh seluruh Forkopimda, elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Penulis: ferry. Editor: aan.