Sat 20 Oct 2018
CITIZEN JOURNALISM

Antisipasi Teror Bom di Simalungun, DPRD Desak Pemerintah Bergandeng Tangan dengan Aparat

Anggota DPRD Simalungun, Binton Tindaon. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com- Anggota DPRD Simalungun, Binton Tindaon, mendesak pemerintah agar bergandengan tangan dengan aparat kepolisian maupun TNI guna mengantisipasi aksi teror bom yang berkelanjutan.

"Artinya kan, teror ini membuat kita resah. Karena kita tidak tau teror itu siapa. Dan siapa yang harus menjadi target mereka. Maka kita selalu resah dan khawatir,"ucap Binton, Rabu (16/5/2018), di DPRD Simalungun.

Dan ini memang suatu permasalahan yang membuat masyarakat kita seolah - olah tidak nyaman. Untuk itu, kita himbau kepada pemerintah untuk bergandeng tangan dengan kepolisian dan TNI, ujarnya.

Supaya mereka mengidentifikasi dan mengantisipasi gerakan - gerakan mereka yang membuat masyarakat kita ini tetap resah. Kita mohon pemerintah, polisi, TNI untuk melakukan pemberantasan, harapnya.

Karena ini bukan persoalan agama. Ini kalau ada yang mengkait - kaitkan ini masalah agama, itu tidak benar. Karena kita paham dan mengerti, agama manapun tidak suka melakukan pembunuhan, ujar Binton.

Mantan Ketua DPRD Simalungun periode 2010 - 2015 yang juga selaku tokoh agama ini, berharap kepada masyarakat Kabupaten Simalungun untuk tetap tenang.

Dan menjauhkan diri dari hal - hal provokasi. Jangan menuruti issu - issu yang membuat kita terpecah belah. Karena, kalau kita terpecah belah karena terprovokasi, maka itu yang membuat mereka (teroris,red) memperalat kita, tandasnya.

Dan itulah yang mereka kehendaki. Jadi masyarakat Kabupaten Simalungun harus tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi. Persoalan teroris itu bukan soal agama. Tapi itu adalah tindakan orang orang sesat, katanya.

Untuk itu, kita harus bersatu melawan teroris. Karena mereka orang - orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga kita tau dan siapa yang berbuat keresahan - keresahan kepada kita, pungkasnya.

"Kita juga mendukung aparat kepolisian dan tentara. Karena, masyarakat agak sulit untuk mengantisipasi. Ini adalah ulah - ulah mereka yang tersesat,"imbuhnya.

Penulis: zai. Editor: gun.