Thu 24 May 2018

Lapor Pak Polisi ! Aksi Pemerasan Marak di Objek Wisata Kebun Teh Bah Butong

Objek wisata perkebunan teh Bah Butong di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Belakangan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal karena pesona hamparan hijau perkebunan teh yang memukau mata, namun sangat disayangkan, dibalik keindahan itu sering terjadi aksi pemerasan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com- Keindahan hamparan perkebunan teh Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, ternyata tidak sepadan dengan perilaku oknum nakal yang sengaja mencari keuntungan pribadi dengan cara melawan hukum.

Ialah remaja bernama Nathael Tambunan yang mengaku telah menjadi korban pemerasan 2 lelaki yang belakangan diketahui bernama Bobby dan Rudi Hutagalung.

Kepada hetanews.com, Rabu (16/5/2018), remaja yang kini duduk dibangku kelas 2 ini, menceritakan, bahwa dirinya berkunjung bersama teman wanitanya, menuju objek wisata perkebunan teh.

Sesampainya di lokasi, sekira pukul 10.30 WIB, tiba-tiba 2 orang lelaki menghampiri dirinya dan menuding Nathael, bersama teman wanitanya telah melakukan perbuatan mesum.

Berdalih sebagai pemuda setempat yang mencari pencaharian dari objek wisata itu, kata Nathael, Bobby dan Rudy Hutagalung langsung mengancam akan melaporkan serta menyeret kedua remaja ini menuju kantor polisi setempat.

"Kami diancam bang, mau dibawa ke kantor polisi atau dibawa ke kantor perkebunan di situ,"katanya.

Dengan perasaan takut bercampur panik, Nathael lantas mengajukan permintaan maaf kepada Bobby dan Rudi, namun keduanya malah meminta uang sejumlah Rp50 juta untuk berdamai.

Merasa tidak memiliki uang sebanyak itu, Nathael kembali meminta maaf dan kedua lelaki itu, menawarkan agar Nathael memberikan ponselnya sebagai ganti kerugian karena tidak dapat membayar uang yang diminta diawal.

"Aku minta maaf tadi bang, mereka minta handphone ku, udah begitu diambil paksa uang dari kantongku 100 ribu rupiah," ujarnya.

Sampai saat ini, ponsel milik Nathael masih berada ditangan pelaku. Terkait aksi pemerasan ini, Nathael, bersama pihak wali keluarganya, berencana melaporkan kedua pelaku ke Polsek Sidamanik.

Belakangan, perbuatan tidak terpuji ini diketahui tidak hanya sekali ini saja terjadi. Menurut penuturan seorang warga, aksi pemerasan kerap dilakukan remaja, berusia tanggung yang mengintai serta menyasar anak-anak sekolah sebagai korbannya.

"Sudah pernah kudengar itu, pelakunya remaja-remaja putus sekolah dan pengangguran, mereka sering membuntuti anak-anak sekolah yang berpasangan, terus di kompas (diperas) lah dengan dalih telah berbuat mesum,"tutur Sitorus, warga yang bermukim di sekitar perkebunan teh milik Perusahaan Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) ini.

Penulis: tim. Editor: gun.