Binjai, hetanews.com - Anggota Unit Pidana Umum, Satuan Reskrim Polres Binjai, menembak kaki Iwan Kurniawan alias Iwan Nono (43), Selasa (15/5/2018) sekira pukul 11.20 WIB.

Polisi terpaksa menembak warga Tanjung Jati, Binjai Barat itu, karena Iwan berusaha melarikan diri ketika akan dibawa ke Polres Binjai, usai diringkus anggota Pidum dari Jalan Cempaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam, Kota Batam.

Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak, melalui Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno menyebutkan, Iwan merupakan sindikat pencurian kereta (sepeda motor) di Binjai dan Langkat.

"Pelaku (Iwan) sudah mencuri 5 kereta di Binjai dan 1 di wilayah Langkat, namun masih wilayah hukum Polres Binjai," ungkap Hendro.

Dijelaskan mantan Kasat Reskrim Polres Madina tersebut, usai melarikan mencuri 6 unit kereta, Iwan melarikan diri ke Pulau Batam.

Usai mendapat laporan dari korban Asma Wijaya berdasarkan LP/ 71 / II / 2018/SPKT B/ RES BINJAI 15 Februari 2018 lalu, polisi melakukan penyelidikan.

"Kita tau pelaku berada di Pulau Batam, sehingga anggota Pidum berangkat ke Batam," ujar Hendro.

Pria yang pernah menjadi anggota Densus 88 Anti Teror ini menuturkan, penangkapan Iwan dipimpin langsung kanit Pidum, Ipda Hotdiatur Purba.

"Saat akan ditangkap, pelaku berada di daerah pabrik Valet, Baloi Permai Batam," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku pernah mencuri kereta Vario warna merah dari Jalan Sei Mencirim, Binjai Timur.

Kemudian, kereta Ninja Hijau dari Jalan Nangka, Binjai Timur, kereta Supra X125 dari Tandam, Pasar 5, Binjai Utara dan kereta CBR dari Simpang Kramat, Binjai Selatan.

Tidak hanya itu, pelaku juga mencuri kereta Beat dari Jalan Pondok Kloneng, Binjai Selatan serta kereta Vixion merah putih dari Pasar 6, Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

"Polisi juga berhasil mengamankan kereta Sky Wave warna hitam, yang diduga dicuri pelaku," jelas Hendro menambahkan pelaku masih diperiksa intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Binjai.