HETANEWS

Lokasi Ceramah, Ustad Abdul Somad vs Wali Kota Tanjungbalai 

Tanjungbalai, hetanews.com - Dalam dua hari ini  warga Tanjungbalai dan warganet sibuk membahas soal ceramah Ustad Abdul Somad pada Sabtu (12/5/2018) malam yang bertempat di Masjid Raya Sultan Ahmadsyah.

Ceramah ustad kondang sejuta view dihadiri lebih kurang 120 ribu umat muslim yang ingin mendengarkan ceramah ustad kelahiran Silau Laut, Kecamatan Silau Baru, Kabupaten Asahan ini.

Lokasi Mesjid Raya tidak sanggup menampung jumlah jemaah yang membludak sejak sore hari hingga meluas ke jalan utama di empat penjuru mesjid .

Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad sempat memberi sedikit pandangan bahwa di daerah lain dirinya diberi lokasi ceramah di tanah lapang yang memuat puluhan bahkan ratusan ribu jemaah. Namun di Kota Kerang ini, panitia hanya disediakan lokasi masjid yang notabenenya tidak dapat menampung jemaah yang membludak, seingga membanjiri jalan utama di empat penjuru masjid.

Timbul desas desus di kalangan warga dan di media sosial (medsos), bahwa Pemko Tanjungbalai tidak mengizinkan tanah lapangan dijadikan lokasi ceramah ustad kondang itu.

Terkait desas desus ini , Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial angkat bicara. "Tidak benar Pemko Tanjungbalai tak mengizinkan lokasi Lapangan Pasir untuk dijadikan lokasi ceramah ustad tersebut," ucap Wali Kota.

Menurutnya, panitia tidak ada mengajukan surat tertulis untuk penggunaan lokasi Lapangan Pasir tersebut.

"Awalnya kedatangan Ustad Abdul Somad ini digagas Pemko Tanjungbalai dan dibentuklah panitia khusus pada bulan Februari 2018, dengan Ketua Panitia, Zulkifli Amsar Batubara, Sekretaris Buyung dan Bendahara Gumbel dengan anggota lainnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti para Kepala Dinas (Kadis) dan lainnya," ucap Syahrial.

Namun kegiatan dakwah tersebut terpaksa dibatalkan. Ini setelah mendapat kabar dari pihak Ustad Abdul Somad bahwa nantinya ceramah tersebut akan dihadiri salah satu pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Usai mendapat petunjuk dari Panitia Pengawas Pemilu Sumut (Panwaslu) bahwa nantinya kalau kedatangan paslon tersebut merupakan kesalahan dan temuan, karena dianggap menyalahi dalam peraturan kampanye, sehingga ceramah yang diadakan Pemko Tanjungbalai dibatalkan .

“Saya batalkan Surat Keputusan (SK) Panitia pada bulan April 2018. Hal ini setelah berkoordinasi dengan kehadiran salah satu paslon yakni Musa Rajekshah," sebutnya.

Namun beberapa warga membentuk panitia di luar pemerintah untuk tetap menghadirkan Ustad Abdul Somad. Selanjutnya menelepon Wali Kota untuk meminjam Lapangan Sultan Abdul Jalil atau lebih dikenal dengan nama Lapangan  Pasir. Namun Wali Kota mengarahkan ke Bagian Umum dengan melengkapi dokumen yang diperlukan.

“Saya arahkan ke Bagian Umum, dengan melengkapi dokumen lainnya. Kan gak bisa saya member izin lokasi, hanya melalui lisan, kan harus tertulis permohonan itu," sebut Syahrial.

Berselang waktu dan kesibukannya sebagai kepala daerah, pada H-6 pihak panitia menjumpai Wali Kota di Medan, dengan mengatakan lokasi acara diadakan di Masjid Raya Sultan Ahmad Syah.

Diketahui di akhir acara tersebut kata Wali Kota, jika Ustad Abdul Somad menitipkan pesan kepada panitia. "Beliau meminta maaf kepada saya. Ini apabila ada ucapannya apalagi kesalahan berbicara saat berceramah," papar Syahrial.

Sementara itu Syafaruddin Harahap selaku Koordinator dan Humas mengatakan, alasan mereka tetap dilaksanakan di masjid karena sesuai panitia yang diberi nama Gerakan Masyarakat Muslim Tanjungbalai (GMMT). Dan setelah rapat dilakukan sebanyak 6 kali, maka panitia diputuskan bahwa, sebaika baiknya tempat dakwah itu adalah masjid.

Penulis: ferry. Editor: aan.