Mon 20 Aug 2018

Saksi yang Lihat Ibu Ngebom Gereja Surabaya: Badannya Terbang

Gereja GPPS Surabaya hancur dibom (deni/detikcom)

Surabaya, hetanews.com- Bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya menjadi cerita kelam bagi Mulia Harton. Mulia yang bekerja sebagai juru parkir di gereja itu mengetahui persis saat bom meledak.

Ia mengakui menyaksikan aksi ini dari ledakan pertama hingga ledakan ketiga. Bekas cipratan darah di sepatunya juga menjadi saksi bisu atas peristiwa tersebut.

Mulia menceritakan bagaimana aksi heroik temannya Yesaya yang menghalangi perempuan memakai kerudung serta penutup mulut. Cara jalan serta pakaian yang tidak biasa sontak membuat Yesaya langsung menahannya.

"Cara berpakaiannya itu beda dengan jemaat. Cara jalannya juga jinjing gitu, mas. Kayak terburu-buru. Makanya langsung ditahan sama teman saya," cerita Mulia kepada detikcom, Minggu (13/5/2018) sore.

Biasanya, Mulia mengatur alur masuk jemaat dengan 2 jalur, kiri dan kanan. Sehingga jalur tengah relatif kosong. Ia melakukan hal tersebut agar jalur masuk jemaat teratur. Kebetulan, pelaku bom bunuh diri yang hanya didrop out oleh sepeda motor langsung berjalan di jalur tengah.

"Jadi jalannya langsung di tengah, jinjit. Kayak terburu-buru. Temanku langsung nahan," bebernya.

Ia menambahkan, ibu tersebut membawa 2 anak remaja serta 1 orang dewasa. Ledakan kedua rupanya berasal dari orang dewasa tersebut.

"Itu setengah badannya terbang ke atas, Mas," jelas Mulia.

 

Sumber : Detik.Com

Penulis: -. Editor: gun.