Mon 20 Aug 2018

Jelang Debat Pemilihan Gubernur Sumut Sesi ke 2, Ini Hasil Survei Terkini Para Calon

Paslon nomor urut 1 Edy-Ijeck dan paslon nomor urut 2 Djarot-Sihar saat debat Pilgub Sumut tahap pertama. Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

Medan, hetanews.com- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus atau yang populer disebut DJOSS mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah atau yang populer disebut ERAMAS.

Dalam survei di media sosial, yang dilakukan di website http://pilkada.org/survey/, per hari Jumat (11/5/2018), pukul 09.30 WIB, pasangan DJOSS meraih 52,9% suara mengalahkan pasangan ERAMAS yang meraih 47,1% netizen.

Menanggapi naik turunnya tingkat kepopuleran paslon baik nomor urut 1 maupun 2, pegiat media sosial, Eko Marhaendy, mengatakan keunggulan ini sebagai titik kulminasi dari menguatnya partisipasi “undecided voter” yang mulai memberikan keputusan.

Menurutnya Netizen bisa diklasifikasikan sebagai ‘pemilih cerdas,’ meski tidak bisa digeneralisir. Netizen berpeluang lakukan analisa dan perbandingan karena banyak membaca dan menerima informasi.

“Berkaca pada Debat Publik Pilgub Sumut tahap pertama, netizen melihat ada perbedaan signifikan antar Paslon. Pada debat pertama," kata Eko Marhaendy, Sabtu (12/5/2018).

"Pasangan Edy-Ijeck ingin mempertahankan tatanan Pemerintahan Sumut yang sudah ada, sementata Djarot-Sihar ingin melakukan perubahan sehingga urusan mudah dan transparan," sambungnya.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa kondisi seperti ini, dipandang netizen Djarot-Sihar lebih membawa harapan baru dibanding Edy-Ijeck. Karena hasil survei beberapa bulan sebelumnya elektabilitas Djarot-Sihar masih berada di bawah Edi-Ijeck.

"Situasi seperti ini mendorong undecided voter (Netizen) mengambil keputusan yang mempengaruhi peningkatan elektabilitas Djarot-Sihar," ungkap Eko.

Perlu diketahui, sebelumnya 4 lembaga survei melakukan penelitian potensi kemenangan Paslon dalam Pilgub Sumut dan memperlihatkan bahwa elektabilitas Djarot-Sihar, terus mengalami peningkatan. Berbanding terbalik dengan elektabilitas pasangan Edy-Ijeck yang sejak April cenderung menunjukkan tren negatif.

Dalam survey yang diumumkan lembaga riset PRC, elektabilitas DJOSS berada di angka 38,4 persen. Selisih 10,3 persen dengan ERAMAS yang berada di angka 48,7 persen.

 

Sumber : tribunnews.com

Penulis: -. Editor: gun.