HETANEWS

Sekda Siantar: Tidak Ada Pembangunan Tanpa Kesepakatan dengan Pedagang Pasar Horas

Sekda Budi Utari Siregar saat duduk bersama pedagang dan mahasiswa di Balai Kota Siantar. (foto/tom)

Siantar, hetanews.com - Pedagang Balirung, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimpel) kembali melakukan aksi demo di depan Balai Kota, Jumat (11/5/2018).

Aksi mereka tersebut langsung terima Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Utari Siregar, dengan menyebutkan tidak akan ada pembangunan balairung Pasar Horas, jika tak ada kesepakatan dengan pedagang. 

Awalnya pedagang melakukan orasi di depan Balai Kota. Selanjutnya Sekda Budi menyambut pedagang.

Uniknya Sekda duduk bersama pedagang ketika dirinya menyambut mereka (pedagang). Hal ini membuat pedagang merasa senang dan berdialog dengan Sekda. 

Awalnya Budi Utari menyebutkan, kalau Pemko Siantar akan mengakomodir keinginan pedagang.

"Kita dari Pemko Siantar mendukung keinginan pedagang, dan tuntutan dari rekan-rekan sekalian akan menjadi prioritas bagi kami," katanya. 

Kata Sekda, jika pembangunan tersebut akan ditunda sampai Lebaran selesai. "Kita akan menunda sampai Lebaran selesai dan nanti akan dilakukan pembicaraan lagi dengan rekan-rekan sekalian," ucap Budi Utari.

Namun hal ini tidak diterima langsung oleh pedagang, mereka tetap ingin jawaban yang jelas dari Sekda untuk membatalkan revitalisasi Pasar Horas.

"Kami sudah lelah ditipu-tipu. Kemarin kami diabsen rupanya kopnya diganti. Kemudian rekan-rekan kami sudah diintimidasi. Kami ingin ucapan yang jelas dari Sekda. Karena kalau menunggu sampai Lebaran, ini bisa saja trik supaya punya waktu untuk menyusupinya. Kami minta agar Sekda dalam pembangunan ini dan dibatalkan sampai dengan pertemuan Balimpel, Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) dan Wali Kota," kata pedagang.

Kemudian Sekda menyebutkan, pembangunan tidak akan dilakukan tanpa adanya pertemuan dengan pedagang.

"Dalam hal pembangunan tidak ada pembicaraan tanpa melibatkan Balimpel. Tak ada pembangunan jika kita tidak sepakat semua," ucap Budi Utari dengan tegas.

Budi menegaskan, kepada pedagang bahwa pembangunan tidak dilakukan jika tidak ada kesepakatan dengan semua elemen masyarakat.

"Mohon yang kami sampaikan tolong dicermati. Kami tegaskan, tidak ada pembangunan tanpa kesepakatan semua elemen, melibatkan dewan pengawas dan DPRD Siantar," tukas Budi Utari dengan tegas. 

Usai mengucapkan hal itu, Sekda berpamitan ingin meninggalkan tempat karena hendak melakukan ibadah Sholat Jumat. Namun pedagang kemudian menahan Sekda dengan meminta sepucuk surat sebagai pegangan mereka.

Sekda pun berjanji akan memberikan surat tersebut setelah selesai Sholat Jumat. "Kami akan berikan suratnya, dan saya harap setelah ini kita sama-sama kembali ke aktifitas kmasing-masing," sebutnya. 

Penulis: tom. Editor: aan.