Mon 20 Aug 2018

Hendra Sayangkan TMS Dugaan Pencemaran Nama Baik ERAMAS

Siantar, hetanews.com- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), khususnya Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Siantar, dianggap tidak seharusnya langsung menyatakan laporan dugaan menjelekkan pasangan calon Gubsu, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (ERAMAS) Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

"Seharusnya mereka (Gakkumdu,red) kordinasi dong dengan penegak hukum yang bisa melakukan penyelidikan terkait kasus vidio berthema "gubernur preman". Jangan langsung menyatakan TMS,"ujar Ketua Tim Pemenang ERAMAS Kota Siantar, Hendra Pardede, Kamis (10/5/18).

Terlebih lagi, kata Hendra, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, saat ini posisi ERAMAS tampil sebagai pemenang di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara.

Mungkin, katanya, hal itulah yang menjadi motivasi oknum-oknum tidak bertanggung jawab guna menjatuhkan kredibilitas ERAMAS di tengah masyarakat.

"Dirasa kurang tepat, jika ketidak tersediaan alat untuk melakukan penyelidikan dijadikan landasan untuk men-TMS-kan laporan masyarakat terkait vidio itu,"katanya.

Baca Juga : Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik ERAMAS TMS

Secara politik, kata Hendra, seharusnya Panwas ataupun Bawaslu dapat segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai apa itu "black campaign".

Sebab, pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara hanya tinggal beberapa bulan, katanya. "Saat ini, situasi semakin genting. Dan berbagai upaya akan dilakukan oleh paslon ataupun tim agar meraih hasil maksimal. Tapi yah tidak boleh dong melakukan black campaign, dan Panwas lah yang seharusnya memsosialisasikan hal itu kepada masyarakat,"katanya.

Penulis: tom. Editor: gun.