Wed 17 Oct 2018

Video Viral Edy Rahmayadi Didoakan Pendeta, Ini Komentar Beberapa Pendeta

Edy Rahmayadi didoakan beberapa pendeta. Ist

Medan, hetanews.com- Video Edy Rahmayadi mendapat doa dari beberapa pendeta viral di media sosial, terutama facebook dan grup WhatsApp. Video tersebut berdurasi 30 detik.

Berdasarkan penelurusuran www.tribun-medan.com, para pendeta tergabung dalam Komunitas Pendeta Internasional Indonesia Sumatera Utara.

Prosesi doa dan ramah tamah ini digelar di Mutiara Suara Nafiri Jalan KH. Wahid Hasyim Medan.

Menurut para pendeta, sosok mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) adalah figur yang tepat memimpin Sumut.

Bahkan, Pendeta Eben Siagian mengatakan sosok Edy sesuai dalam firman Tuhan yakni cerdas, beriman, dapat dipercaya dan tidak korupsi. 

"Saya melihat keempat kriteria yang disebutkan dalam firman Tuhan itu ada pada diri pak Edy. Sebagai seorang pendeta menilai beliau layak menjadi Gubernur Sumut. Ini peran kita berpartisipasi untuk pesta demokrasi 27 juni 2018 mendatang," ujar Eben.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kristen Sumut, Jhony Pardede menceritakan pengalamannya bersama Edy.

Jhony bahkan menyebut Edy pernah menyelamatkan dirinya saat masih berpangkat Mayor.

"Saya pernah ditikam ketika masih berkonflik dengan keluarga saya. Darah mengucur, saya diinjak-injak. Saat itu ada satu pria berpangkat Mayor, yang tidak seiman menolong saya agar segera ditangani medis. Dan pria itu adalah beliau yang hadir bersama kita ini, Edy Rahmayadi," Katanya disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Dukungan yang sama, juga disampaikan oleh rekan dan sahabat Edy yang beragama Kristen Gandi Parapat. Ia menilai, semua kalangan perlu untuk membantu pasangan Eramas ketika kelak diamanahkan memimpin Sumut. 

"Pilgub Sumut ini bukan memilih pemimpin suku atau agama. Pak Edy dan Pak Ijeck kita lihat mampu membawa Sumut yang bermartabat dengan mempersatukan beragam suku, budaya dan agama di Sumut. Untuk itu tugas kita berbuat untuk memenangkan Eramas,"ucapnya.

Kedekatan dengan tokoh agama, seperti para pendeta sudah sejak lama dibuktikan Edy Rahmayadi. Hal ini ditegaskan Krisyanto Pasaribu yang merupakan teman SMA Edy Rahmayadi. Bahkan Yanto yang beragama Kristen mengakui kalau kedekatan mereka tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah. 

"Dari dulu kami berteman tidak ada mempersoalkan agama. Kami saling menghargai dan menghormati. Saya main kerumah beliau, beliau main kerumah saya. Inilah persahabatan yang tidak terpisahkan hanya karena hanya beda agama," ucapnya.

Yantoni mengungkapkan, saat mantan Pangdam I BB tersebut bertugas beberapa waktu lalu, Edy senantiasa menjaga keharmonisan Sumatera Utara. Seperti mengundang tokoh agama termasuk para pendeta untuk berdiskusi.

"Saya masih ingat bahwa Pak Edy bercita-cita menjadikan Sumut, khususnya Kota Meda menjadi Ikon religi seperti dibangunnya Gereja dan Masjid yang megah termasuk juga rumah ibadah lainnya,"ujar Yanto sembari mengatakan banyak keberhasilan Edy Rahmayadi saat menjadi Pangdam diantaranya membongkar sindikat pupuk palsu, minyak, dan juga perjudian. 

Sementara itu Edy Rahmayadi, berharap bahwa masyarakat Sumatera Utara saling mengasihi, dan tidak terkotak-kotak hanya karena perbedaan suku dan agama. Bahkan seharusnya dengan keberagaman budaya, adat istiadat dan agama menurut Edy seharusnya menjadikan Sumut semakin kuat. 

Dalam kesempatan tersebut, Edy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Sumut untuk mengejar ketertinggalan Sumut di segala bidang dengan Provinsi lain. 

"Saya ingin Sumut ini tidak ada orang yang bermental lemah dan mudah menyerah. Hanya ada dua pilihan, menyerah gagal seperti pecundang atau berjuang seperti para juara. Marilah kita hentikan pertikaian-pertikaian yang ada dan saling menyayangi, bergandengan tangan untuk membangun Sumut yang kita cintai ini,"pungkasnya.

 

Sumber : tribunnews.com

 

Penulis: -. Editor: gun.