Mon 20 Aug 2018

Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik ERAMAS TMS

Gakkumdu saat gelar perkara. (foto/tom)

Siantar, hetanews.com- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Siantar, menyatakan laporan dugaan pencemaran nama baik melalui aplikasi WhatsApp (WA) terhadap pasangan calon Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksyah (ERAMAS) Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

"Laporannya sudah kita terima dan sudah kita proses. Hasilnya, kita nyatakan laporannya TMS,"ujar Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Siantar, Muslimin Akbar, Rabu (9/5/2018).

Dikatakannya, laporan tersebut terpaksa dinyatakan TMS oleh Gakkumdu karena kurangnya bukti serta syarat materil laporan dalam kasus itu tidak ada. "Pelapornya ada, tapi terlapornya tidak ada. Hanya ada nomor WA yang sudah tidak lagi aktif,"katanya.

Disinggung mengenai upaya Gakkumdu untuk melakukan penyelidikan sendiri guna melacak pengguna nomor WA yang diberikan oleh pelapor, Muslimin menyebutkan, jika hal itu hanya dapat dilakukan di Gakkumdu tingkat regional (Provinsi Sumatera Utara). 

Sebab, kata Muslimin, Gakkumdu Siantar yang terdiri dari Kejaksaan Negeri, Kepolisian Resort Kota dan Panwaslih Kota Siantar tidak memiliki alat untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait Informasi Teknologi Elektronik (ITE).

Alat untuk melakukan penyelidikan mengenai hal itu hanya bisa dilakukan di tingkat provinsi. "Pelakunya menggunakan nomor palsu, dan dia masuk dalam grup yang diikuti pelapor hanya sekilas, untuk menyebar materi berbentuk vidio yang dianggap menjelekkan pasangan nomor 1. Selanjutnya langsung keluar dari grup tersebut,"katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sebuah vidio bertema "Gubernur Preman" merebak luas di kalangan masyarakat khususnya melalui APP WA, di Kota Siantar. Dalam vidio tersebut, ada salah satu gambar yang mirip pasangan calon nomor urut 1. 

Vidio itu dianggap salah seorang mahasiswa yang tinggal di Jalan Ade Irma Suryani, Kota Siantar, sebagai bentuk upaya menjelek-jelekkan pasangan nomor urut 1.

Oleh sebab itu, mahasiswa yang bersangkutan, Jumat (4/5/2018) lalu, membuat laporan resmi kepada pihak Gakkumdu Kota Siantar. 

Penulis: tom. Editor: gun.