Tobasa, hetanews.com - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mendesak seluruh lapisan masyarakat lintas sektor dan profesi di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) untuk segera menghentikan kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak di daerah itu.

Menurutnya, tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual maupun fisik pada anak. Bahkan ekploitasi, penelantaran dan penganiayaan terhadap anak sekalipun.

"Data menunjukkan kejahatan seksual di Tobasa terus meningkat dan justru dilakukan oleh orang terdekat anak seperti orang tua, kakak, paman, kerabat dekat keluarga, pengasuh bahkan guru  yang seyogianya menjadi garda terdepan untuk melindungi anak," sebut Arist, Rabu (9/5/2018).

Lanjutnya, sesuai Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perpo Nomor 1 Tahun 2016 sudah menetapkan kejahatan seksual pada anak sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) setara dengan tindak pidana korupsi, narkotika, obat-obat terlarang dan terorisme yang dapat dihukum seumur hidup bahkan hukuman mati.

"Demi kepentingan terbaik anak khususnya di Tobasa, tidak ada alasan untuk tak menghentikannya," sebut putra Porsea kelahiran Siantar saat tim Komnas PA mengunjungi  keluarga dan 6 orang balita korban kejahatan seksual di Desa Amborgang, Kecamatan Porsea.

Kunjungan Komnas PA untuk menjawab permintaan warga yang diwakili tokoh masyarakat dan adat, Kepala Desa (Kades), khususnya orangtua korban, akan memberikan pendampingan dan pengawalan hukum agar mendapat keadilan, juga pemberian trauma healing dan psikososial teraphy bagi korban.

Komnas PA juga akan menyampaikan harapan masyarakat Amborgang kepada pemerintah daerah. Termasuk segera membicarakan pada Dinas Pendidikan (Disdik) maupun dinas lain terkait kebutuhan pendirian Pendidikan Usia Dini (PAUD) di Desa Amborgang, sekaligus dapat digunakan sebagai tempat bermain dan penitipan balita pada saat para orang tua melakukan aktivitas di ladang, kebun dan tempat lain.

Arist didampingi tokoh masyarakat Tobasa, Parlin Sianipar dan Sukkun Sirait, serta Kapolsek Porsea, AKP Napsanto mengajak peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak di Tobasa.

Sementara Parlin Sianipar mengajak keluarga korban dan tokoh adat dan Kades Amborgang untuk hadir pada panel diskusi memutus mata rantai kekerasan terhadap anak di Tobasa yang diselenggarakan Pemkab setempat bersama Komnas PA, Jumat (11/5/2018) di Pendopo rumah dinas (rumdis) Bupati.

"Diharapkan kita dapat sharing atau berbagi pengalaman terhadap masalah-masalah sosial  di desa, termasuk kasus-kasus kejahatan seksual pada anak," paparnya.

Kapolsek AKP Napsanto juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat Amborgang, agar para orang tua memberikan ekstra perhatian pada anak. Menurutnya, polisi senatiasa bersama masyarakat.

"Jika ada tindak pidana khususnya kejahatan terhadap anak dimohonkan segera melaporkan pada pamong desa untuk diteruskan ke polisi. Sebab tugas polisi sebagai aparatur penegak hukum untuk menyidik sebuah perkara tindak pidana yang dilaporkan masyarakat untuk menjadi jelas," sebut Kapolsek.