HETANEWS

Demo Pedagang Balimbel di Balai Kota, Mulai Rusak Pagar, Lempar Tomat Busuk Hingga Pendemo Jatuh

Pedagang memaksa masuk hingga merusak pagar Balai Kota Siantar. (foto/tom)

Siantar, hetanews.com - Kembali pedagang Balimpel (Balairung, Kaki Lima dan Kios Tempel) melakukan berunjuk rasa ke Balai Kota Siantar, Selasa (8/5/2018).

Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari pedagang yang menolak kebijakan dari Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) yang akan melakukan revitalisasi Pasar Horas. 

Awalnya, pedagang yang datang ke Balai Kota tidak dapat masuk karena pagar Balai Kota tertutup. Melihat hal tersebut, kemudian pedagang memaksa masuk dengan mendobrak pagar. Dan akhirnya pagar pun rusak. 

Pedagang saat masuk ke Balai Kota Siantar. (foto/tom)

Setelah berhasil masuk, pedagang langsung bergerak ke dalam Balai Kota, dan sempat menaiki tangga Balai Kota. Namun hal tersebut langsung mendapatkan halauan dari petugas Satpol PP dan kepolisian.

Salah seorang pendemo yang diketahui, bernama Jonatan Siregar terjatuh dari tangga, dan pedagang menuduh petugas Satpol PP lah yang  mendorongnya  hingga terjatuh. 

Di luar gedung, tampak personil Satpol PP langsung bersigap agar pendemo tidak banyak masuk ke dalam Balai Kota. Pendemo pun berteriak dan menyampaikan hujatan kepada Satpol PP yang mereka duga telah mendorong teman mereka. Tak ada orasi dalam aksi tersebut. Pedagang hanya menyampaikan kekesalannya dengan menghujat Satpol PP.

Sampai pada akhirnya pedagang melempar tomat busuk kepada personil Satpol PP dan Balai Kota juga dipenuhi tomat busuk. 

Tomat busuk mengotori Balai Kota Siantar. (foto/tom)

Salah satu perwakilan pedagang, David Marpaung menyebutkan, mereka berencana akan melaporkan kejadian yang mereka alami tersebut kepada pihak Kepolisian. "Kami akan laporkan atas pemukulan teman kami tadi sewaktu di pasar dan pendorong teman kami di Balai Kota ini, "katanya. 

Menurut Sekertaris Satpol PP, Julham Situmorang, bahwa pihaknya membantah ada personilnya yang melakukan pemukulan terhadap pendemo.

“Tidak ada kita lakukan pemukulan, kalau dorong-dorongan namanya juga aksi demo, bakal terjadi hal itu, yang pasti kita bertugas mengamankan Balai Kota saja,"sebutnya. 

Terkait akan diadukannya anggotanya, Julham menyebutkan, kalau Satpol PP mengikuti kondisi yang berkembang. "Kita ikuti saja,"sebutnya singkat. 

Soal pagar yang mengalami kerusakan, Julham menyebutkan akan berkordinasi dengan pimpinannya. "Kita akan berkordinasi dengan pimpinan, "ucapnya.

Penulis: tom. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.