HETANEWS

Para Mahasiswa Datangi Polres Siantar, Pedagang: Polisi Memukul dan Menendang Teman Kami

Para pendemo ketika berada di depan Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Para mahasiswa Universitas Nommensen berunjuk rasa di depan kantor Polres Siantar, Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (8/5/2018),  pukul 15.00 WIB. 

Bukan hanya para mahasiswa saja, bahkan para pedagang Balairung, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) juga turut ikut dalam aksi tersebut. 

Para pendemo melakukan aksinya tidak lain dan tidak bukan agar temannya yang diamankan sebanyak 8 orang segera dibebaskan petugas Kepolisian.

"Bebaskan teman kami, kalau tidak dibebaskan, berarti polisi mengajak perang dengan warga Siantar, termasuk mahasiswa Nommensen. Jangan gara-gara ini (pengamanan temannya), kami semua berkoordinasi kepada teman kami di Medan," ungkap salah satu orator saat berada di depan Polres Siantar. 

Bahkan yang paling disesalkan para pendemo, petugas Kepolisian yang mengamankan malah melakukan pemukulan hingga penendangan terhadap salah satu pedagang. 

Para pendemo ketika berada di depan Polres Siantar. (foto/res)

"Kenapa bapak polisi melakukan tindakan pemukulan hingga penendangan terhadap teman kami sampai ada yang masuk rumah sakit? Apakah ini tindakan Kepolisian terhadap warganya," teriak orator dengan nada yang sangat keras. 

Baca Juga: Niat Hanya Melihat Demo Balimbel, Pedagang Grosir Lantai Dua Pasar Horas Diamankan Polisi

Massa memberikan waktu selama 30 menit untuk mengeluarkan teman mereka.

Hanya saja, Wakapolres Siantar, Kompol Joni Sitompul, meminta waktu kepada para pedagang maupun mahasiswa selama 3 jam untuk 8 orang yang telah diamankan dan berjanji akan mengeluarkannya 

"Mereka (pedagang) di dalam juga sedang bermediasi dengan pihak Kepolisian. Mereka akan segera kami lepaskan, setelah selesai mediasi," ungkap Wakapolres.

Penulis: res. Editor: gun.