HETANEWS

Tebalnya Berkas Tuntutan Terdakwa First Travel

Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel

Depok, hetanews.com - Tiga terdakwa kasus penipuan umrah First Travel bakal menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, pada Senin 7 Mei 2018. Dalam sidang kali ini, jaksa pun telah menyiapkan ribuan lembar berkas tuntutan.

Namun sayangnya, hingga pukul 14.30 WIB, sidang belum juga dimulai. Padahal, sidang diagendakan bakal berlangsung sekira pukul 10:00 WIB. Hal itu pun diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari. "Kita sudah siap, namun hakim masih ada sidang perdata," katanya singkat.

Pernyataan Sufari berbeda dengan pihak pengadilan. "Loh kita malah nunggu mereka (jaksa) kan ini sidang tuntutan," kata Humas Pengadilan Negeri Depok, Teguh saat dikonfirmasi VIVA di ruang kerjanya.

Teguh juga membantah jika sidang tersebut molor karena hakim sedang menangani perkara lain. "Kita sudah selesai sejak pagi, tanyakan dong ke mereka (jaksa) kita sih sudah siap," katanya.

  • Berkas tuntutan

Jaksa membawa berkas tuntutan terdakwa First Travel

Ketua Tim jaksa penuntut umum (JPU), Herri Jerman mengatakan, ada ratusan halaman berkas tuntutan yang bakal dibacakan dalam sidang.

"Lihat nih berkas tuntutan yang sudah saya siapkan tebal, ada 800 halaman," katanya saat ditemui di Pengadilan Negeri Depok.

Namun demikian, Herri belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait tuntutan yang bakal dibacakannya nanti. "Nanti dong, nanti semua di persidangan akan saya buka," ujarnya.

Herri sempat mengatakan, intinya tuntutan maupun perkara yang menjerat tiga bos perusahaan tersebut berbeda dengan kasus koperasi Pandawa.

"Jelas beda dengan Pandawa, kita bicara dari sisi korban tujuannya juga kan beda. Seperti apa nanti saya jelaskan," katanya.

Seperti diketahui, ketiga bos First Travel yakni Andika Surachman Annisa Hasibuan dan Kiki Hasibuan dijerat atas kasus penipuan dan pencucian uang dengan modus umrah murah senilai Rp14 jutaan.

Akibat ulah para terdakwa, korbannya mencapai ribuan jemaah dengan kerugian lebih dari Rp900 miliar.

sumber: viva.co.id

Editor: sella.