HETANEWS

Polisi Didesak Bubarkan Aksi Pedagang Blokade Jalan Sutomo

Aksi para pedagang yang memblokade Jalan Sutomo.

Siantar, hetanews.com - Aksi blokade Jalan Sutomo yang dilakukan para pedagang Pasar Horas, Senin (7/5/2018) dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan kemacetan arus lalu lintas (lalin) di pusat inti kota.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kota Siantar periode 2004-2009, Saut Simanjuntak, menyayangkan aksi pedagang itu.

Dirinya pun meminta pihak Polres Siantar bertindak tegas membubarkan aksi penutupan Jalan Sutomo itu, karena telah mengganggu ketertiban umum dan merugikan para pengguna jalan.

"Harusnya para pedagang itu juga memikirkan kepentingan masyarakat lainnya atas aksi yang mereka lakukan. Kalau pun mau menyuarakan aspirasinya bukan harus menutup jalan," tandasnya.

Saut menuturkan, blokade jalan itu menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Termasuk menyusahkan para orang tua yang menjemput anak-anaknya saat pulang sekolah.

"Memangnya jalan itu milik mereka (pedagang), sehingga semaunya melakukan penutupan dan imbasnya menyusahkan para pengguna jalan," tandasnya.

Terkait tuntutan pedagang yang menolak pembangunan balerong di Pasar Horas, Saut menuturkan, para pedagang seharusnya menyampaikan pada pihak Pemko Siantar dan DPRD setempat.

Para pedagang melakukan aksi duduk-duduk dan tiduran di badan Jalan Sutomo.

"Apaila menggangu ketertiban umum tangkap saja. Banyak yang tergannggu dengan aksi mereka. Sementara para pedagang itu justru joget-joget di lokasi aksi. Kalau memang ingin menyuarakan aksi bukannya mengganggu kepentingan umum," tandasnya.

Sementara Ketua Forum Peduli Rakyat (Forpera) Samsudin Harahap menilai, aksi pedagang itu sudah melanggar hak warga.

Lanjutnya, pembiaran itu menunjukkan Pemko Siantar dan Kepolisian lemah, sehingga tak mampu bertindak tegas.

"Ini justru membiarkan segelintir orang yang menyampaikan aspirasi dengan memblokir Jalan Sutomo. Padahal semua tau bahwa kepentingan umum lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau kelompok," tandasnya.

Samsudin dengan tegas meminta kepada Pemko Siantar berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar membuka blokade jalan tersebut.

Bahkan menurutnya, polisi tak cukup hanya membubarkan, namun menangkap orang-orang yang telah mengganggu ketertiban dan kepentingan umum.

Penulis: tim. Editor: aan.