Mon 20 Aug 2018

Gerindra Tuntut Kapolda Dicopot, Ini Tanggapan Polda Jateng

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Semarang, hetanews.com- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mendesak agar Kapolda Jawa Tengah dicopot terkait adanya Brimob bersenjata ke kantor Gerindra Jawa Tengah. Kepolisian pun kembali menegaskan kalau patroli Brimob tersebut untuk pengamanan dan dilakukan di kantor-kantor parpol lainnya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja menanggapi desakan tersebut dengan menegaskan kembali kalau yang dilakukan anggota Brimob sudah sesuai prosedur dan untuk memberikan rasa aman.

"Apa yang dilakukan anggota Brimob sudah sesuai prosedur. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menciptakan situasi kondusif jelang pilkada," kata Agus saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (6/5/2018).

Kasat Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Tory Kristianto sebelumnya juga mengungkapkan patroli dalam rangka operasi Mantap Praja Candi itu dilakukan di kantor-kantor yang berhubungan dengan Pilkada salah satunya kantor parpol. Pihak Brimob bahkan memperlihatkan dokumentasi sejumlah kantor parpol didatangi Brimob bersenjata seperti halnya kantor Gerindra Jateng dan Kota Semarang.

"SOP saat akan patroli memang seperti itu, pakai helm dan senjata. Tidak hanya Gerindra, semua partai, juga kantor Bawaslu, KPU, sama semuanya," jelas Tory.

Diberitakan sebelumnya, Arief mendesak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Arief mengaku baru akan percaya polisi netral jika Kapolri mencopot Kapolda Jateng.

"Kalau Kapolda Jateng dicopot sama Pak Tito baru saya percaya kalau polisi netral. Kan contoh aja, bagi-bagi sembako pakai polisi, polisi nge-gerebeg Gerindra. Lho partai lain enggak didatengin. Kenapa Gerindra iya. Terus nanya-nanya kaus ganti presiden. Kaos ganti presiden kan konstitusional," kata Arief di Mess Aceh Amazing Hotel, Menteng, Jakarta Pusat.

Arief juga berencana akan memangil Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui DPR untuk minta penjelasan terkait datangnya Brimob bersenjata ke kantor Gerindra di Semarang.

"Secepatnya. Setelah reses kita panggil dia. Misalnya bagi-bagi sembako itu kan ada capnya Polres. Terus kemarin ada urusan apa kenapa partai Gerindra digerebeg, digeledah. Emangnya Gerindra partai komunis? Yang kayak komunis saja enggak digrebeg," kata Arief.

 

Sumber : Detik.Com

Penulis: -. Editor: gun.