Thu 24 May 2018

Ini Respon Bupati Samosir Menyikapi Jeritan Hati Gadis Kecil di Negeri Indah Kepingan Surga

Efariani br Simbolon ketika diwawancarai hetanews.com. (foto/frengki)

Samosir, hetanews.com- Sejumlah warga di kabupaten Samosir masih belum menikmati wujud kemerdekaan.

Keseharian mereka, justru tak semanis keindahan pulau Samosir yang dikelilingi Danau Toba yang diagung-agungkan orang.

Seperti saat ditemui di Dusun III Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, di penghujung April 2018 lalu, kondisi warga benar-benar membutuhkan perhatian.

Menyikapi hal itu, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, mengakui kondisi desa itu memang memprihatinkan. Bahkan, katanya, daerah yang lebih parah juga masih ada.

"Bukan hanya di Tangga Bosi. Ada lagi yang lebih parah dari situ dan bukan juga hanya di Samosir, tetapi masih banyak di daerah lain. Dan itulah yang diperjuangkan oleh Bapak Jokowi, Presiden kita. Oleh karena itu, mari kita kerja keras dan saling mendukung utk Indonesia yang lebihh Sejahtera,"ujarnya saat dimintai tanggapan melalui aplikasi WhatsApp, Kamis malam (3/5/2018).

Menurut Rapidin, yang menjadi masalah yaitu persoalan pembebesan lahan. Masyarakat dinilai kurang respon soal pelepasan lahan, sehingga masalah tidak tuntas.

"Kalau ada yang bisa menjamin untuk pelepasan lahan untuk jalan pasti kami kerjakan,"tambahnya lagi.

Lebih jauh atas kondisi desa ini, Rapidin menuding, penulis tidak mengetahui masalah sebenarnya. "Kalau berita memang sangat mudah untuk menulisnya. Tetapi, terkadang bagi yang menulis tidak mengetahui masalah yg sebenarnya,"tulisnya mengakhiri.

Sementara itu, persoalan yang dihadapi warga, seperti disebutkan warga, bahwa desa mereka tetap terkesan ditinggalkan.

"Oh, sudah lama ini pak. Jalan kami buat sendiri, listrik tidak ada,"sebut warga, bermarga Simbolon

Keadaan warga di Dusun Dusun III Desa Simbolon Purba jauh dari slogan kabupaten tersebut. "Samosir Negeri Indah Kepingan Surga". Mereka kesulitan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. 

Mulai dari jalan desa yang tak kunjung dibangun Pemerintah hingga akhirnya mereka hertindak sendiri, menyewa alat berat semampu daya mereka.

Penerangan lampu listrik juga tak pernah mereka rasakan. Padahal, air Danau Toba yang mengelilingi pulau mereka adalah penggerak turbin raksasa di PLTA Sigura-gura yang memasok sebagian besar kebutuhan listrik di Provinsi Sumut.

Ketika diminta tanggapan dari ketua Pospera Sumut, Liston Hutajulu mengatakan, bahwa jawaban Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, adalah jawaban anak kecil.

Baca Juga : Kisah Anak Penerus Bangsa 'Menangis' di atas Daerah Kepingan Surga

Sebenarnya dia harus mengatakan “Mari kita sama - sama membangun kabupaten Samosir atau kami akan berusaha untuk membangun akses jalan di desa terpencil. Ini malah jawabannya seperti itu. Berarti dia seakan akan melecehkan tulisan wartawan yang meliput di Samosir, ujar Liston.

Liston menambahkan, Pospera Sumut akan segera melakukan audensi kepada Bupati Samosir  tentang masalah desa terpencil yang ada di Samosir dan kurang diperhatikan Pemkab Samosir.

Apabila Pemkab Samosir tidak direspon, Pospera Sumut akan bertindak dan akan membuat aksi serta akan melaporkannya kepada Presiden Jokowi.

Sementara CSR PT Inalum sangat banyak ke kabupaten Samosir, apakah dana CSR itu yang diberikan perusahan PT Inalum tidak dipergunakan untuk membangun desa terpencil ?  gugah Liston Hutajulu.

Penulis: frengki. Editor: gun.
Komentar 1