Samosir, hetanews.com - Sejumlah warga di Kabupaten Samosir masih belum menikmati wujud kemerdekaan yang sesungguhnya.

Keseharian mereka justru tak semanis keindahan Pulau Samosir yang dikelilingi Danau Toba dan diagung-agungkan berbagai pihak.

Seperti kondisi di Dusun III Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir. Warga di daerah itu benar-benar membutuhkan perhatian.

Keadaan warga di Dusun Dusun III Desa Simbolon Purba jauh dari slogan Kabupaten Samosir yakni 'Samosir Negeri Indah Kepingan Surga'. Mereka kesulitan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. 

Mulai dari jalan desa yang tak kunjung dibangun pemerintah, hingga akhirnya warga bertindak sendiri menyewa alat berat semampu daya mereka.

Penerangan listrik juga tak pernah mereka rasakan. Padahal air Danau Toba yang mengelilingi pulau mereka adalah penggerak turbin raksasa di PLTA Sigura-gura yang memasok sebagian besar kebutuhan listrik di Provinsi Sumut.

Seperti diceritakan Efariani Simbolon, bocah perempuan kelas 6 SD. Menurutnya, mereka juga kesulitan dalam hal mendapatkan air bersih. Bahkan harus berjalan menjinjing ember berisi air beratus-ratus meter.

Jalan yang mereka bangun sendiri juga tidak sempurna untuk dilalui kendaraan. Untuk dapat tiba di sekolah, Efariani dan anak-anak seusianya juga harus melewati jalan berlumpur dengan berjalan kaki.

Sedangkan pada malam harinya, Efariani terpaksa belajar menggunakan lampu minyak (teplok) yang minim cahaya. Selain tidak memancarkan cahaya, lampu tersebut juga bahkan mengganggu kenyamanan Efariani. 

Polusi asap lampu teplok yang pedih harus mereka hirup tiap malam. Kesehariannya pada malam hari terpaksa belajar dalam gelap-gelapan.