Thu 24 May 2018

Sat Narkoba Polres Tanjungbalai Tangkap DJ Nyimpan Ekstasi

Kedua pelaku yang diamankan Sat Narkoba Polres Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai menangkap seorang Disc Jockey (DJ) karena kedapatan menyimpan 2 butir pil ekstasi pada Kamis (3/5/2018) sekira pukul 01.30 WIB.

"Tersangka ditangkap bersama seorang rekannya karena kedapatan menyimpan 2 butir pil ekstasi," kata Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai didampingi Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono.

Maulana Akbar (37) warga Jalan Kapten Muslim Gang Rapi, Kelurahan Medan Helvetia, Medan diringkus saat sedang berdiri di salah satu pusat hiburan di Jalan Sudirman Batu 7, Tanjungbalai diduga sedang menunggu seseorang yang memesan ekstasi.

Saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan 1 bungkusan kecil yang di dalamnya berisi 2 butir pil ekstasi berwarna coklat berlogo ‘S’.

Bukan hanya bermain DJ, tersangka yang juga pandai bernyanyi dengan irama Melayu itu mengaku, barang haram tersebut diperolehnya dari seorang bernama James Hasudungan Sihombing (23) warga Jalan Sudirman Batu 7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai.

Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas. (foto/ferry)

Ternyata pelaku yang bekerja sebagai penarik becak motor (parbetor) ini pun pandai 'bernyanyi'. Dengan lagu Batak nya, James mengakui, ekstasi diperolehnya dari seseorang bernama Ryan warga Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar.

"Polisi yang menelusuri alamat dan ciri-ciri bernama Ryan belum berhasil ditemukan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujar Kapolres.

Kapolres juga menginstruksikan kepada personil dan jajarannya agar jangan coba-coba bermain dengan narkoba.

"Tidak akan bertoleransi dengan anggota yang terlibat narkoba, saya akan sikat. Kita juga akan menggencarkan razia di tempat hiburan malam , untuk meminimalkan peredaran narkoba yang dapat merusak generasi bangsa," sebut Irfan.

Penulis: ferry. Editor: Aan.
Komentar 1
  • Monica Theresia Sihombing
    Hai min sekedar saran. Saya Mahasiswa Semester 4 jurusan Jurnalistik. Penulisan Menurut kode etik pemberitaan bidang kriminal, nama boleh disebutkan lengkap kalau sudah ada KETETAPAN HUKUM sebagai terpidana/terbukti di PENGADILAN. Jika masih sebagai tersangka, tertuduh, terdakwa, atau belum memiliki status dari pengadilan, maka kode etik menyebutkan harus ditulis INISIAL atau nama samaran.. "Karena tidak semua tersangka adalah pelaku... Terimakasih salam Jurnalistik !!!