HETANEWS

Mencekam, Hujan Es Landa Humbahas

Tanaman milik warga seperti jagung dan kopi mengalami gangguan akibat hujan es. (foto/rachmat tinton)

Humbahas, hetanews.com-Sejumlah desa di kawasan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dilanda hujan deras bercampur es sebesar kelereng.

Rabu (2/5/2018) sekira pukul 13.00 WIB, hujan deras bercampur es diperkirakan berdurasi 15-25 menit. Namun hujan deras disertai angin kencang diperkirakan berlangsung selama 45 menit.

Dapot Banjarnahor warga Desa Parsingguran II, mengakui fenomena alam itu. Dia mengatakan,  hujan es sangat menganggu aktifitas juga tanaman khususnya palawija.

Menurutnya, hujan es merupakan sesuatu yang  jarang terjadi. Meskipun begitu, hujan es  merugikan masyarakat khususnya petani. “Hujan es sangat berdampak bagi petani. Tanaman yang sedang masa berbunga bisa rusak hingga gagal panen,” terangnya.

Senada juga disampaikan Opzen Simamora salah satu pegawai ASN di Dinas Pora Humbahas. Dia mengaku bahwa durasi hujan es itu cukup lama yakni sekitar 25 menit.

Hujan es melanda daerah Humbahas. (foto/rachmat tinton)

“Hujan es itu sekitar sebesar kelereng, durasinya sekitar 25 menit. Kita khawatir sebab hujan es itu disertai bunyi gemuruh dan petir yang menyambar,” katanya.

Dia menuturkan, hujan es yang disertai gemuruh dan petir itu sangat mencekam sebab disertai pemadaman listrik.

“Akibat hujan es yang disertai petir dan bunyi gemuruh listrik sempat padam. Mungkin jaringan listrik terganggu, beruntung petugas PLN cepat bertindak sehingga pemadaman listrik tidak berlangsung lama,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Humbahas, Tumbur Hutagaol kepada wartawan membenarkan fenomena alam itu. Dia pun mengimbau warga agar tetap waspada.

“Sejauh ini, laporan yang kita terima belum ada korban atas hujan deras yang disertai es dan angin kencang yang baru saja terjadi. Hanya saja beberapa pohon tumbang akibay hujan deras dan angin kencang itu. Pun demikian kita tetap menghimbau agar warga tetap waspada,” pungkasnya.

Penulis: rachmat. Editor: aan.