Simalungun, hetanews.com - Setiap harinya, sejumlah kendaraan bermuatan berat melintasi ruas jalan alternatif menuju kawasan Danau Toba, tepatnya di wilayah Kecamatan Panei Simarimbun-Sosor Martabe, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Truk jenis engkel bermuatan buah kelapa sawit ini diketahui mengangkut hasil panen kelapa sawit dari Perkebunan Nusantara IV Unit Bah Birung Ulu, yang telah dikonversi menjadi perkebunan sawit sejak tahun 2005 silam.

Dampak konversi lahan tersebut, akhirnya merembes pada penutupan permanen pabrik pengolahan teh yang sebelumnya beroperasi di atas tanah Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Bah Birung Ulu.

Lahan yang kini berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, menjadikan aktifitas pengangkutan Tandan Buah Sawit (TBS) aktif setiap harinya.

Diketahui, sejumlah truk mengangkut TBS melintas, menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bah Jambi. Hal ini lah yang disebut-sebut menjadi penyumbang kerusakan jalan alternatif menuju kawasan Danau Toba. Di mana truk engkel ini setiap harinya mengangkut TBS dengan muatan yang diduga melebihi kapasitas beban jalan yang telah ditentukan.

Padahal, pada rambu jalan terdapat larangan melintas bagi kendaraan dengan bobot di atas 8 ton. Dikarenakan jalan tersebut masuk dalam klasifikasi golongan 3, seperti yang ditentukan dalam pasal 19 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Baca Juga: Rambu Larangan Tak Dipatuhi, Jalan Ini Terancam Rusak

Baca Juga: Truk Pengangkut Sawit Terguling di Bah Birung Ulu, Supirnya Marah Difoto

Sampai hari ini, belum diketahui pasti bobot muatan truk engkel yang mengakut TBS dari perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV tersebut. Namun, beberapa warga dan juga supir menuturkan muatan truk untuk sekali jalan berkisar 9-10 ton.

“Kalau pas-pas an 8 ton enggak dapat untung lah kami,” kata seorang supir.

Pernyataan ini tentu bukan isapan jempol belaka, mengingat tidak hanya sekali saja didapati truk engkel tersebut mengalami patah as atau bahkan terguling dijalanan akibat diduga bermuatan melebihi kapasitas.

Terkait ini, Humas PTPN IV Perkebunan Bah Birung Ulu belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi hetanews.com, via WhatsApp (WA), Rabu (2/5/2018).