HETANEWS

Penantian Nuraini Mencari Tahu Pelaku Pembunuh Suaminya yang Dipukul Pakai Batu dari Belakang

Istri korban, Nuraini. TRIBUN MEDAN / M ANDIMAZ KAHFI

Medan, hetanews.com- Sudah hampir 30 hari Nuraini (60), menanti kejelasan kabar tentang siapa pelaku yang tega membuat suaminya hingga meninggal dunia.

Kejadian bermula saat mendiang korban Sjafri Villi (67) yang berprofesi sebagai penarik becak dayung, sedang membawa penumpang menuju Swalayan Yuki yang terletak di Persimpangan Jalan Thamrin dan Jalan HM Yamin, pada Senin (2/4/2018) sekitar 16.45 WIB, tepatnya di depan RS Pirngadi Medan, Sumatera Utara.

"Jadi waktu itu korban sedang mengantarkan penumpang keturunan Tionghoa ke Swalayan Yuki untuk berbelanja dan disuruh menunggu. Namun tiba-tiba seorang lelaki yang biasa dipanggil Opung tukang becak disekitar Yuki, tiba-tiba saja memukul korban menggunakan batu kearah kepala korban,"kata keponakan korban, Syahrul Efendi (48) di Jalan Sentosa Lama Gang Ringgit, Senin (1/5/2018).

Lanjut, saat melihat korban yang terkapar di pinggir jalan dekat becaknya, penumpang korban lalu berinisiatif membawa korban ke Klinik Rizki di Jalan Pimpinan, untuk mendapatkan pengobatan.

Tak lama setelahnya korban sempat singgah di Jalan Melaka tempat saudaranya, tapi korban nggak mau mengaku bahwasanya ia baru habis dipukul.

Sekitar jam 18.30 WIB korban pulang kerumah keponakan tempat ia menumpang selama 21 tahun setelah pindah dari Aceh saat konflik dulu, sambil membawa sambal dan beras untuk membantu kebutuhan makan dirumah tersebut.

"Sekitar jam 20.00 WIB korban mulai tidak sadarkan diri, makanya kita larikan ke RS Pirngadi dengan kondisi tidak sadar badan tegang keadaan ngorok. Pas kita tanya sama orang RS, katanya korban mengalami luka serius akibat benda tumpul, sehingga perlu dioperasi dan malam itu juga saya buat laporan ke Polsek Medan Timur," ujar keponakan korban lainnya, Rico Sandra (35).

"Uncu kita keluarkan dari RS Pirngadi pada Rabu (3/4/2018) karena kondisi semakin memburuk dan tidak bisa dioperasi di karena alasan mesin bor untuk operasi rusak. Sehingga segera dilarikan ke RS Sembiring di Delitua," tambahnya.

Rico menjelaskan pada Rabu siang sekitar pukul 12.00 WIB dibawa ke RS Sembiring dan dioperasi pukul 18.00 WIB dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (5/4/2018) pukul 00.15 dinihari.

Istri korban yang sejak Rabu (3/4/2018) sudah mendampingi korban datang dari daerah Lampahan, Takengon Aceh Tengah, langsung tak kuasa menahan haru melihat suami yang dicintainya meninggal dunia dihadapannya.

"Memang pas masih Aceh sempat punya perasaan tidak enak di hati. Kepikiran terus sama bapak, sempat terucap dihati bagaimana lah bapak disana," kata iatri korban Nuraini

"Kalau bisa minta keadilanlah, pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya karena sudah buat suami meninggal," harapnya.

Sementara keponakan korban, Rico Sandra mengaku sangat kehilangan sosok Sjafri karena walaupun hanya sebagai keponakan tapi ia sudah menganggap Sjafri sebagai ayah kandungnya sendiri.

"Ngerasa kehilangan kali semenjak bapak meninggal. karena setiap hari selalu jumpa dan bapak oragnya sering bergurau," ujarnya haru.

"Sampai sekarang kadang masih sering keingat bapak, kalau pulang bawa nasi 3 bungkus padahal bapak sudah meninggal," ucapnya sedih.

Hingga kini pihak keluarga masih berharap pihak Kepolisian segera menangkap pelaku pembunuh Sjafri. Sebab menurut informasi yang didapat becak dayung si pelaku inisial Opung tinggal di daerah Marelan dan sudah berada di Polsek Medan Timur dan pelaku sendiri diketahui punya kerja sampingan sebagai penjaga malam disebelah Yuki. Sering mangkal di dekat Yuki dan Lapo Tuak didaerah tersebut. Dengan ciri badan gemuk pendek, dahi ada benjolan, sering pakai topi, kulit hitam dan memakai tiga batu cincin.

Sjafri sendiri meninggalkan dua orang anak Rina (36) dan Suri (34)

Sementara itu, Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu mengatakan akan segera mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Ini kasus tetap menjadi atensi kita, pelaku sudah kita cari keberadaannya dibeberapa warung tuak sekitar lokasi tapi belum dapat dan semoga segera bisa kita dapatkan pelaku," tegas Wilson.

Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.