HETANEWS.COM

Rambu Larangan Tak Dipatuhi, Jalan Ini Terancam Rusak

Rambu larangan melintas bagi kendaraan dengan muatan maksimal 8 ton, di ruas jalan jurusan Kecamatan Panei-Sidamanik, Kabupaten Simalungun. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com - Rambu peringatan larangan melintas bagi kendaraan di atas muatan 8 ton, di Kecamatan Panei Simarimbun, Kabupaten Simalungun, tampaknya tidak dipatuhi pengendara.

Rambu tersebut terpasang setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, pada tahun 2017, lalu, selesai merampungkan peningkatan jalan Kecamatan Panei-Kecamatan Sidamanik, atau yang dikenal jalan alternatif menuju kawasan wisata geopark Danau Toba.

Diketahui pula, jenis jalan yang selesai dibangun, pada akhir tahun 2017 ini, merupakan jalan kolektor golongan 3, di mana hanya kendaraan dengan kapasitas maksimal 8 ton yang dapat melintas.

Namun fakta di lapangan, berbeda dengan aturan hukum, seperti apa yang ditegaskan didalam UU Nomor 22 Tahun 2009. Kendaraan yang diduga bermuatan lebih dari 8 ton dengan lebar 2.100 milimeter dan panjang lebih 9.000 milimeter, masih dengan bebas melintasi jalan tersebut.

Belum diketahui secara pasti, apakah kendaraan tersebut milik perorangan ataupun milik perusahaan.

Salah satu kendaraan truk yang terparkir dipinggir jalan meskipun ada larangan melintas. (foto/noto)

Amatan di lokasi, Selasa (1/5/2018), truk engkel bermuatan sawit juga terpantau bebas melintasi jalan, padahal muatan truk jenis colt diesel tersebut patut disinyalir melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Hal ini terbukti dari pengakuan salah satu supir truk engkel pengangkut sawit yang enggan menyebut namanya saat dimintai keterangan oleh hetanews.com.

"Kalau truk ini sudah lebih lah 8 ton, kalau pas-pas an daja kami mau makan apa ini bang. Paling enggak sekali angkut 10-12 ton lah. Ini sawit dari perkebunan nusantara IV bang, kebun Bah Birung," ungkap salah seorang supir.

Sementara itu, di beberapa titik pada bagian sisi jalan terlihat sudah mengelupas. Hal ini pula yang menimbulkan tanya warga yang berdomisili di Nagori Manik Rambung, Kecamatan Sidamanik.

"Jalan rusak banyak sebabnya, saya juga enggak bisa menyudutkan pihak mana yang salah. Sudah diperbaiki dan diberi peringatan, truk itu masih melintas, kita warga mau berkata apa. Terkadang juga jalan yang dibagusi seperti enggak sesuai, aspalnya terlalu tipis, makannya baru berapa bulan sudah mau rusak lagi. Pak Bupati atau polantas mohon lah tinjau kemari dan tindak tegas pelanggarnya," ujar Mangasi Sihombing.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan