HETANEWS

BNNK Sambangi DPRD, Johalim: Narkoba di Simalungun 'Lampu Merah'

Johalim Purba dan Kepala BNN Simalungun, Simson Tambunan dan staf lainnya saat foto bersama di ruangan kerja Ketua DPRD Simalungun. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Ketua DPRD Simalungun, Johalim Purba mengaku miris atas maraknya peredaran narkoba yang dinilai sudah 'lampu merah' atau sangat mengkhawatirkan.

Johalim menuturkan, pencegahan narkoba bukan hanya tanggungjawab aparat penegak hukum dan pemerintah saja. Akan tapi perlu peran serta seluruh elemen masyarakat.

"Bahaya narkoba bisa menghilangkan satu generasi ketika itu (narkoba) dinikmati oleh orang yang masih remaja," tegas Johalim usai menerima audiensi para pengurus Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Simalungun, di Kantor DPRD, jalan Jhon Horailam Saragih, Kecamatan Raya, Senin (30/4/2018).

Audiensi itu tampak dihadiri, Kepala BNNK Simalungun, Simson Tambunan, Kepala Seksi Pencegahan, Doni Sinaga dan sejumlah pejabat lainnya.

Johalim mengapresiasi pembentukan BNNK Simalungun yang terbilang masih baru.

Menurut Johalim, kedatangan rombongan BNN adalah untuk meminta dukungan DPRD. Jika ada lembaga baru di lingkungan Pemkab Simalungun seperti, BNN tentunya harus dilengkapi dengan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang BNN. Oleh karenanya, Perda tersebut segera dibahas di DPRD.  

"BNN dan DPRD tidak menghendaki peredaran narkoba merembes ke tengah masyarakat. Apalagi, korbannya generasi muda yang dapat menghancurkan masa depan penggunanya," katanya.  

Johalim berharap, BNNK berperan aktif menyelamatkan generasi muda terhadap bahaya nakoba. Selain itu diharapkan sebagai penyumbang kedamaian dan kesejukan di tengah masyarakat. 

Kepala BNNK Simalungun, Simson Tambunan, mengutarakan, kedatangan pihaknya ke DPRD Simalungun adalah untuk memperkenalkan BNNK Simalungun yang telah terbentuk dan dilantik, pada Maret 2018, lalu.

Di samping itu, dibicarakan juga tentang pencegahan dan pemberantasan Narkoba. Sementara program kerja BNNK Simalungun diupayakan dapat maksimal.  

"Awalnya, kami penguatan instansi dulu. Kami akan turun ke lapangan untuk menyosialisasikan, apa sih narkoba itu? Masyarakat mungkin banyak tidak tahu dan bahkan sekarang sudah banyak jenis obat terlarang yang baru, yang perlu mereka ketahui," ungkapnya.     

Ia mengatakan, pihaknya dan DPRD Simalungun sepakat untuk bergandengan tangan dalam pencegahan dan pemberantasan narkob. Sehingga wilayah Kabupaten Simalungun dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Penulis: zai. Editor: gun.