HETANEWS

Pemdes Mekar Sari Alami Stagnasi, Kades Dituduh Potong Honor Perangkatnya

Seluruh perangkat desa menyatakan mundur dari jabatannya di hadapan Kepala Bapemas, Camat, Sekcam dan Kades Mekar Sari di Kantor Desa Mekar Sari. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Sebanyak 17 orang perangkat Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan terdiri dari 10 orang Kepala Dusun (Kadus), 7 orang staf dan Sekertaris yang bertugas di Kantor Balai Desa di dihadapan Kepala Bapemmas dan Camat Buntu Pane menyatakan tidak mau lagi bekerja,  selama desa tersebut masih dipimpin Bambang Sugianto.

Keterangan Paino (58) yang merupakan Tokoh Masyarakat saat dikonfirmasi hetanews.com di Kantor Balai Desa Mekar Sari, Senin (30/4/2018) membenarkan adanya keengganan seluruh perangkat desa untuk kembali bekerja membantu jalannya roda pemerintahan desa yang dikendalikan Kepala Desa (Kades) Bambang Sugianto.

"Alasan dilontarkan perangkat desa dikarenakan sikap arogan dan tidak transparansinya dalam mengelola keuangan yang bersumber dari dana anggaran pemerintah," ujar Paino.

Kembali Paino mengatakan, dengan mundurnya seluruh perangkat desa ini, maka roda pemerintahan desa di Desa Mekar Sari, sehingga akan menjadi lumpuh dan tentunya pelayanan masyarakat terganggu.

Menurut Paino, sudah berbagai cara membujuk dan merayu perangkat desa Mekar Sari untuk kembali bekerja melayani masyarakat, namun menemui jalan buntu. Berbagai alasan membuat warga maupun perangkat desa sudah jenuh dengan sikap serta arogansi Kades.

Kades Mekar Sari, Bambang Sugianto saat memberi keterangan di Kantor Camat kepada sejumlah awak media. (foto/heru)

Bahkan pantauan hetanews.com, saat rapat di aula kantor desa disaksikan Camat, Kepala Bapemmas, Pemkab Asahan dan seluruh perangkat desa menyatakan mundur dari jabatannya masing-masing, serta tidak mau lagi membantu kinerja Kades.

"Baru pertama kali terjadi di Asahan ada perangkat desa yang secara ramai-ramai mundur dari jabatannya. Ini seharusnya menjadi perhatian yang serius pihak Camat maupun Pemerintahan Desa di Asahan," ungkap Paino.

Secara terpisah salah seorang Kadus yang enggan disebut jati dirinya juga mengatakan, alasan dirinya mundur dari jabatan, karena Kades sering melakukan pemotongan honor serta hak hak yang menjadi hak mereka (Kadus). Dengan alasan pemotongan untuk Camat.

"Benar atau tidak alasan itu, Kades lah yang tau," ujarnya 

Saat gelar pertemuan itu, sempat terucap dari salah seorang perangkat desa terkait  pengelolaan dan penggunaan alokasi dana desa (ADD) bberjumla Rp 1 miliar lebih. Di mana diduga tidak transparan yaitu, penggunaan ADD 2017 yang belum ada pertanggung jawabannya. Hal ini menjadi pembicaraan saat rapat hari di Kantor Desa Mekar Sari.

Surat pernyataan Kades membantah memotong honor perangkatnya untuk Camat. (foto/heru)

Sementara itu Kepala Bapemas, Syamsudin menuturkan, akan menyampaikan kepada pimpinan, karena ada permintaan masyarakat menolak bekerja di bawah pimpinan Kades saat ini.

Camat Buntu, Pane Ruslan yang dikonfirmasi di kantornya juga membantah terkait namanya disebut sebagai penerima pemotongan honor pernangkat desa.

"Tidak ada dan itu pintar-pintarnya. Saya sudah suruh buat pernyataan tertulis atas ucapan Kades itu," ujarnya.

Sebelumnya Bambang Sugianto saat memenuhi panggilan Camat, mengakui semua perbuatannya.

"Saya silap pak. Terkait pemotongan honor itu benar namun akan saya diganti," ujarnya dan menuturkan, kegiatan yang dimaksud telah selesai dilaksanakan.

Penulis: heru. Editor: aan.