Medan, hetanews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil penjualan narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Tanjug Gusta.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, kasus ini terbongkar dari tertangkapnya pengedar narkoba jalanan.

Akhirnya mereka melakukan penelusuran hingga menemukan indikasi dan alur pencucian uang. Kemudian dikoordinasikan dengan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PP Himmah), Aminullah Siagian mengatakan, terbongkarnya kasus ini merupakan tamparan telak bagi provinsi yang dikenal sebagai pintu masuk narkoba terbesar kedua di Indonesia.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa BNN beberapa waktu lalu telah merilis Sumut merupakan pintu masuk narkoba terbesar kedua di Indonesia. Ditambah dengan terbongkarnya kasus pengendalian transaksi narkoba di dalam Lapas Tanjung Gusta, menandakan bahwa Sumut sudah sangat darurat narkoba. Kita harus jihad melawannya," katanya, Sabtu (28/4/2018).

Tokoh pemuda nasional asal Sumut ini mengaku, transaksi di dalam Lapas dapat terjadi diduga ada oknum pejabat yang terlibat.

"Transaksi sebesar itu tidak mungkin terjadi di dalam lapas jika oknum pejabat tidak terlibat. Kita menduga, ada lebih dari satu oknum pejabat tinggi terkait yang ikut bermain," ujarnya.

Aminullah menegaskan, Kepala Lapas (Kalapas) Tanjung Gusta dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumut harus segera diperiksa dan jika terbukti terlibat maka harus dipecat.

"Kalapas Tanjung Gusta harus segera dipecat dan diperiksa, kalau terbukti terlibat harus dihukum dengan sangat keras. Kakanwil Kemenkumham Sumut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas seluruh Lapas juga harus dipecat dan diperiksa," tegasnya.

Selain itu, dirinya memberi apresiasi atas kinerja BNN. Dirinya pun berharap, BNN selalu melakukan pemeriksaan di seluruh Lapas di Sumut.

"Mari bersama-sama kita perangi narkoba yang sudah sangat besar peredarannya di Sumut ini, mari kita jihad bersama. Terima kasih kepada BNN karena telah mengungkap kasus tersebut, selanjutnya kita berharap BNN melakukan pemeriksaan di seluruh Lapas," sebut Aminullah.