HETANEWS

Kementan dan Menko Kemaritiman Berikan Penyuluhan Pertanian di Humbahas 

Irjen Kementan Justan Siahaan, Staf Ahli Menko Kemaritiman Lambok Simorangkir, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE, tokoh masyarakat RW Manalu, Kades Bonan Dolok Bakti Sihombing dan lainnya menaman jagung di lahan pertanian di Desa Bonan Dolok. (foto/akim)

Humbahas, hetanews.com-Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Justan Ridwan Siahaan, Staf Ahli Menko Kemaritiman, Lambok Simorangkir, Direktur Serealia, Ali Jamil Harahap termasuk Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah dan Kabid Penyuluhan TPH Sumut, Erpison Muis hadir di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) memberikan penyuluhan pertanian dalam rangka pelaksanaan pendampingan kelembagaan dan ketenagaan penyuluhan pertanian, Jumat (27/4/2018).

Pertemuan yang dihadiri Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor, Asisten Pemerintahan, Tonny Sihombing, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa (Kades), Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dan kelompok pertanian (poktan) itu dipusatkan di Pendopo Bukit Inspirasi Doloksanggul.

Kehadiran Kementan itu bukan hanya memberikan penyuluhan kepada petani, tapi menyerahkan alat-alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin pemipil jagung.

Secara simbolis, alsintan itu diberikan Justan Siahaan kepada Bupati Dosmar Banjarnahor. Selanjutnya nanti akan diserahkan kepada poktan.

Justan Siahaan menjelaskan, pertemuan ini sudah dirancang sejak 2017 lalu dengan tujuan agar masyarakat Humbahas semakin sejahtera dari sektor pertanian.

"Pertemuan seperti ini baru Kabupaten Humbahas yang pertama kali melaksanakan di Sumatera Utara. Ini atas kerja keras Bupati Humbahas," paparnya.

Menurutnya, kegiatan ini penting dan strategis untuk meningkatkan pertanian. Justan menuturkan, bila diperhatikan Humbahas sangat luas hamparannya dan cocok untuk lahan pertanian.  

Sementara Lambok Simorangkir mengaku,  kagum melihat perkembangan Kabupaten Humbahas. Namun walaupun demikian kemajuan itu harus terus dikejar supaya tidak ketinggalan, kalau tidak akan digilas kemajuan.

"Humbahas ini bisa semakin maju lagi, maka masyarakatnya harus kompak dan bersatu. Kebijakan pemerintah itu harus didukung. Selain pertanian, bidang pariwisata juga sangat menjanjikan," paparnya.

Sementara Dosmar Banjarnahor memaparkan luas lahan terlantar di Humbahas sekitar 70.000 hektar yang tersebar di 10 kecamatan dan 90 % masyarakat merupakan petani. Lanjutnya, Humbahas mempunyai potensi besar di bidang pertanian dengan komoditas utama kopi, jagung, padi, holtikultura, kemenyan maupun peternakan.

"Potensi lahan pertanian luar biasa di Humbahas, maka PPL sebagai panglima atau garda terdepan termasuk harus mensosialisasikannya kepada petani," ungkap Dosmar.   

Sebagai ungkapan terima kasih, Pemkab Humbahas bersama masyarakat memberikan cendramata berupa ulos dan kopi khas daerah itu kepada rombongan Kementan dan Menko Kemaritiman dipandu tokoh masyarakat RW Manalu.               

Selanjutnya rombongan Kementan dan Menko Kemaritiman bersama Bupati Humbahas meninjau lahan pertanian di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Lintongnihuta, sekaligus melakukan penanaman jagung. Selain jagung, di desa itu, tanaman padi gogo juga akan dikembangkan karena tanahnya subur dan cocok. 

Penulis: akim. Editor: aan.