Simalungun, hetanews.com- Oknum bendahara pembagian lahan eks Hutan Tanaman Industri (HTI), di Nagori Buntu Bayu, Liksabuana Sinaga, tuding anggota, Pahala Sihombing, menghasut wartawan guna mendapatkan jatah seluas 30 Ha.

Menurut Pahala, Sabtu (28/4/2018), jatah itu, sebagaimana maksud bendahara, untuk dibagikannya ke wartawan yang turut memberitakan penyimpangan terkait pendistribusian atas lahan tersebut.

"Tudinganya itu dilontarkannya di salah satu warung, di nagori kami ini. Aneh bukan? Padahal sampai saat ini, para panitia masih belum menyerahkan hakku atas lahan tersebut,"ucapnya dari seberang selulernya.

Persisnya tiga hari lalu, sambungnya, bahwa tudingan bendahara itu terjadi di warung milik warga di Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, bermarga Sinaga.

"Ada saksinya. Dan kepadaku, orang itu menyatakan siap untuk dijadikan saksi. Hal itu setelah kujelaskan, apakah logika. Mengingat sampai sekarang saja hakku belum direalisasikan panitia,"terangnya.

Dikatakan, persoalan pendistribusian dan pengurusan admistrasi atas lahan eks HTI seluas 340.70 Ha sudah terjadi sebelum Menhut melepaskan kawasan hutan Huta Padang itu ke masyarakat Buntu Bayu.

Dan adanya penyimpangan berujung manipulasi serta penggelapan sudah berulang dilaporkannya mulai dari tingkat Uspika, Kabupaten, serta ke tingkat Provinsi. Termasuk kepada DPRD Simalungun dan Provinsi.

Baca Juga: Panitia Lahan Eks HTI Gagal Tuntaskan Permasalahan, DPRD akan Bentuk Pansus

Akan tapi semua pelaporan yang disampaikan, tetap terbentur. Alias tanpa penyelesaian. "Walau begitu, kami tetap berjuang. Hingga akhirnya Komisi I dan III DPRD bersedia mem pansuskannya," bebernya.

Warga yang belum menerima haknya, memohon agar Komisi I dan III DPRD Simalungun melaksanakan pansus dengan sebaik - baiknya. Sehingga keadilan yang seadil - adilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Karena perbuatan para panitia pembagian lahan serta mantan pangulu, Januar Sinaga sudah bagian dari pelanggaran pidana dan perdata. Kami juga berharap persoalan ini dilimpahkan ke pihak yang berwajib, katanya.

"Kalau sama aku enggak ada nomor kontaknya si Liksabuana Sinaga itu. Mungkin pada si Askel ada. Apa yang kusampaikan, tidak mengada - ada atau fitnah. Ku siap bila berurusan dengan hukum,"katanya.