Mon 20 Aug 2018

Batu Manumpak, Pesona Wisata Tobasa yang Terselip di Pedalaman

Gunung batu manumpak. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - Batu Manumpak, merupakan pesona yang terselip di pedalaman Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) atau Kawasan Habinsaran Lama (Kecamatan Habinsaran atau Parsoburan, Kecamatan Borbor dan Kecamatan Nansau).

Ini terletak di sebuah hamparan yang amat luas (761, 865 km2) di kaki pegunungan Bukit Barisan. Dulu, bahkan hingga kini orang-orang masih terbiasa menyebutnya Parsoburan.

Orang Toba menyebut penduduk Parsoburan sebagai parnadolok atau orang gunung. Cap, yang dulunya miring karena semata ditujukan kepada orang-orang udik yang jauh tertinggal dari segala macam bentuk kemajuan.

Perlahan cap itu kian memudar seiring perkembangan zaman, terutama semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di kawasan Parsoburan serta potensi kawasan tersebut sebagai salah satu pusat ekonomi di bidang pertanian, perkebunan, dan sumber pembangkit listrik tenaga air.

Seorang warga, marga Silaen (70) mengatakan, memang tidak salah kawasan Parsoburan dan sekitarnya dikelilingi banyak gunung dan bukit berlapis serta masih berhutan.

Di antaranya, ada 2 gunung yang sangat terkenal karena puncaknya lebih sering tertutup awan ketimbang diterpa sinar matahari, yaitu, gunung Sihabuhabu dan gunung Dolok Surungan. 

Dan dulunya di lokasi batu manumpak tersebut, masih ada hewan yang dilindungi seprti harimau. Akan tetapi hewan tersebut tidak pernah muncul lagi.

Batu manumpakIl ini di hamparan Dolok Surungan dengan ketinggian (2.500 m dari permukaan laut), di sebelah utara. Hutannya masih asri ditumbuhi berbagai vegetasi tropis dan aneka jenis hewan langka seperti harimau (panthera tigris), rusa, (cervidae), orangutan (pongo tapanuliensis) dan tapir (tapirus). Kawasan ini masuk kawasan suaka margasatwa yang dilindungi.

Penulis: frengki. Editor: gun.
Komentar 1
  • Rikardo Simamora
    Penulisan Kecamatan Nansau seharusnya Kecamatan Nassau. Hal yang sama juga pernah ditulis di http://www.batakindonesia.com/batu-manumpak-pesona-yang-terselip-di-pedalaman-tapanuli/