HETANEWS

Oknum Pangulu Mariah Jambi Diadili Bersama 2 Warganya Terkait Penganiayaan

Pengacara Edi Sinaga dkk saat mendampingi oknum Pangulu disidang PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com -  Oknum Pangulu Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Sutrisno (49) diadili bersama 2 warganya Sunggul Purba dan Kennedy Manurung terkait kasus penganiayaan disidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (25/4/2018).

Menurut surat dakwaan jaksa Viktor Purba, terdakwa Sutrisno bersama dengan Kennedy Manurung, Sunggul Purba, Herman J Sitorus, Polman Damanik alias Polman, Timbul Halasan Ambarita, Seven Ambarita, Hotman Efendi Saragih, Upryanto, Pandi Pranata Sitorus, Wilson Siringoringo dan Jefri Pahala Aritonang telah melakukan kekerasan dengan cara menganiaya saksi korban Jefry Sidabutar (13) seorang anak yang mengakibatkan menderita luka berat.

Perbuatan itu dilakukan ketiga terdakwa bersama warga lainnya pada Selasa 25 Oktober 2016 sekira pukul 17.30 WIB.

Semula terdakwa Sunggul Purba yang mengaku kehilangan uang Rp 22 juta dan perhiasan emas serta handphone (HP) dari rumahnya, bersama dengan Supryanto menjemput korban Jefry dari rumahnya. Atau berjarak 300 meter dari rumah Sunggul.

Setibanya di rumah Sunggul, korban ditanyai terkait hilangnya uang dan perhiasan emas yang diduga dilakukan Jefry. Namun korban tetap tidak mengaku, lalu dipukul Sunggul di bagian wajah dengan tangan kosong.

Warga pun ramai berdatangan ke rumah Sunggul. Lalu korban dibawa ke areal perkebunan dan di tempat itu dipaksa untuk mengakui perbuatannya sambil memaksa untuk meberitahu dimana hasil curiannya disembunyikan.

Korban tetap tidak mengaku.Lalu dibawa ke rumah korban dan diikuti para terdakwa lainnya untuk mencari barang maupun uang milik Sunggul yang hilang.

Sore itu, korban kembali dibawa ke halaman rumah Sunggul. Para terdakwa kembali memukul dan menendang tubuh korban dengan posisi kedua tangan diikat ke belakang.

Helman J Sitorus mengangkat tubuh korban dan membantingnya ke tanah. Sementara Pandi Pranata Sitorus membakar pipi korban dengan mancis.

Akibat perbuatan para terdakwa bersama warga lainnya, korban mengalami sejumlah luka sesuai hasil Visum Et Revertum No 13011/VI/V/PM/VER/X/2016 tanggal 01 Nopember 2016 an Jefry Sidabutar yang dibuat dan ditandatangani Edward Sitanggang pada RSUD Djasamen Saragih, menyimpulkan luka lecet di tubuh akibat benturan benda tumpul dan keras.

Perbuatan para terdakwa dijerat jaksa melanggar pasal 80 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam dakwaan ke satu dan kedua pasal 133 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. 

Atas dakwaan jaksa itu, para terdakwa didampingi pengacara Edi Sinaga akan mengajukan eksepsi (tanggapan atas dakwaan).

Untuk itu majelis hakim diketuai Lisfer Berutu didampingi 2 hakim anggota dibantu panitera Dedi Tambunan menunda persidangan hingga Kamis (3/5/2018) mendatang.

Penulis: ay. Editor: aan.