HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

LHKPN Calon Kepala Daerah: Sihar Tertinggi, Djarot Terendah

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus saat pembekalan antikorupsi dan deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan calon kepala daerah se Sumatera Utara, di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jalan Imam Bonjol, Selasa (24/4/2018) pagi. (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com- Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus tercatat memiliki kekayaan terbanyak dibandingkan calon lainnya, dengan jumlah Rp 350.887.340.551.

Jumlah ini membuat pendamping Calon Gubernur Djarot Saiful Hidayat sebagai calon terkaya. Posisi kedua, ditempati Cawagub Musa Rajekshah dengan total Rp 60.956.429.963 dan Edy Rahmayadi, Rp 15.424.895.000. Sedangkan Djarot tercatat sebagai calon dengan harta kekayaan terendah, yakni, Rp 8.433.802.574.

Tak hanya paslon PDI Perjuangan dan PPP serta paslon Cagub dan Cawagub Sumut saja yang melaporkan harta kekayaan mereka. Para calon kepala daerah bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota lainnya juga memaparkan jumlah hartanya masing-masing.

Rangkaian ini pembekalan antikorupsi dan deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan calon kepala daerah se Sumatera Utara, di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jalan Imam Bonjol, Selasa (24/4/2018) pagi.

Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, Gubsu, T Erry Nuradi, Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus serta calon kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut lainnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan, pertemuan deklarasi LHKPN ini, sangat penting tidak hanya untuk calon kepada daerah dan berharap tidak terjadi lagi Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Sumut.

Untuk Pilkada serentak ini, kata Tjahjo yang sudah menggunakan dana hibah sebesar Rp 1,2 triliun harus dipergunakan dengan baik dan berharap KPU dan Bawaslu dapat mempertanggungjawabkannya. Karena memang di dunia ini, proses pemilu membutuhkan dana yang sangat besar.

Ia juga menginginkan calon kepala daerah yang terpilih jangan hanya memiliki keinginan untuk satu periode saja, tapi harus berimajinasi dan mempunya cita-cita untuk jenjang karier lebih bagus untuk membangun negara lebih baik lagi.

"Para calon kdh jangan hanya bermimpi  jadi Gubernur/Bupati satu periode saja, tapi juga punya impian lebih besar untuk Indonesia dengan posisi jenjang karir lebih tinggi. Jadi pilkada serentak ini suatu proses untuk mewujudkan hal tersebut serta pilkada juga proses memilih pemimpin daerah yang amanah,"pungkasnya.

Penulis: ardiansyah. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan