Siantar, hetanews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perawat Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) inisial LIS (31) yang dilakukan supervisornya, HN (40), masih berbuntut panjang. 

Dalam kasus ini, HN malah telah banyak dirugikan, apalagi sempat dilaporkan ke Polres Siantar. 

Rencananya, HN akan melaporkan balik LIS karena telah melakukan pencemaran nama baiknya sebagai supervisor di RSVI. 

Hanya saja, HN dengan kuasa hukumnya, Sarbudin Panjaitan, belum melaporkan LIS dan memberikan kesempatan selama 10 hari untuk LIS meminta maaf.

Hal itu disampaikan Sarbudin Panjaitan ketika dikonfirmasi awak media. 

"Memang belum kita laporkan, tapi masih kita berikan waktu selama 10 hari untuk minta maaf kepada klien kami," ucap Sarbudin Panjaitan melalui via WhatsApp (WA), Selasa (24/4/2018) siang. 

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Perawat RSVI, Sarbudin Panjaitan: Saya Melihat Kasus Itu ada Kejanggalan

Bahkan Sarbudin juga mengatakan, kalau LIS tidak meminta maaf kepada kliennya. Sarbudin juga akan melaporkan atas pencemaran nama baik. 

"Kalau LIS tidak meminta maaf, klien saya akan melapor ke polisi dan gugatan ganti rugi nama baik ke Pengadilan. Dan baru hari ini kita publikasi resmi ke media," tutup Sarbudin.