HETANEWS

Kapolda Sumut: Pendidikan Anak Kompol Andi Chandra Ditanggung Polri

Kompol Andi Chandra saat bersama istrinya. (Facebook)

Medan, hetanews.com - Kecelakaan yang menyebabkan anggota Polri, Kompol Andi Chandra yang menjadi korban pasca speed boat yang ia tumpangi beserta rombongan Kapolres Labuhanbatu tenggelam mendapat perhatian penuh dari Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw.

"Kita turut berduka atas kejadian nahas yang menimpa anggota kita dan kita mengapresiasi karena beliau meninggal saat bertugas," kata orang nomor satu di Polda Sumut saat dihubungi melalui selularnya, Minggu (22/4/2018).

Ia mengatakan pihaknya akan menyuruh Karo Ops dan Wakapolda untuk menghubungi Polri dan menyatakan kalau keluarga Kompol Andi Chandra harus mendapat perhatian mengingat anak-anak beliau (Kompol Andi Chandra) masih kecil.

''Kita akan menyurati Mabes Polri dan meminta agar Mabes mengeluarkan santunan biaya pendidikan serta santunan untuk kehidupan keluarga Kompol Andi yang meninggal dalam kecelakaan," ujarnya seraya menyatakan santunan pendidikan sampai anaknya tamat sekolah sudah dipertimbangkan.

Pria dengan bintang dua di pundaknya ini menyatakan sangat terharu dan kehilangan begitu mendapat kabar bahwa Kompol Andi Chandra meninggal karena speed boat yang ia tumpangi bersama rombongan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang tenggelam pascamenabrak kayu di perairan Desa Sei Lumut Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu pada Sabtu (21/4/2018) kemarin.

"Polri berduka atas kejadian ini. Maka dari itu, kami akan menyurati Mabes Polri agar bisa memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Waterpauw seraya menyatakan pihaknya lagi menuju Siantar.

Paulus Waterpauw menyatakan pihaknya sudah di Tebingtinggi dan menuju Kota Siantar untuk menghadiri pemakaman Kompol Andi Chandra malam ini sekira pukul 22.00 WIB.

Mengenai apakah Kompol Andi Chandra akan mendapat pangkat Anumerta AKBP di akhir hayatnya, Kapolda Sumut menyatakan tidak. Karena dia meninggal bukan karena melawan premanisme atau dalam tugas penangkapan narkoba.

"Memang beliau meninggal dalam bertugas, tapi untuk mendapat pangkat AKBP biasanya diberikan kepada mereka yang meninggal dalam bertugas yang berhubungan langsung dengan premanisme atau yang membahayakan dirinya," terang orang nomor satu di Polda Sumut ini.

Sebagai bentuk apresiasi sebagai pimpinan, selain menyurati Mabes Polri untuk memberikan santunan pendidikan dan kehidupan keluarga Kompol Andi Chandra, Paulus Waterpauw juga sedang mengupayakan asuransi Asbri (asuransi khusus anggota Polri) agar keluar secepatnya dan bisa digunakan keluarga yang ditinggalkan untuk dapat terus menjalani kehidupan.

Mengenai apakah anak-anak dari Kompol Andi Chandra akan dimasukkan menjadi anggota Polri mengingat Kompol Andi Chandra meninggal dalam bertugas, Paulus menyatakan kemungkinan itu bisa saja terjadi.

"Sekarang kan anak beliau masih kecil-kecil. Jadi kita fokuskan untuk biaya pendidikannya. Karena itu yang lebih penting," katanya.

Mengenai masalah apakah anaknya akan jadi anggota polri, Waterpauw mengatakan itu tergantung pejabat yang duduk nantinya.

"Kalau saya menyatakan bisa menjadi anggota Polri, tapi kan anaknya sekarang masih kecil. Berarti pada saat besar nanti, tergantung kebijakan dari siapa Kapolda mendatang," ujarnya seraya menyatakan intinya biaya pendidikan anak-anak beliau akan dicover polri, begitu juga dengan kehidupan mereka.

sumber: tribunnews.com


Editor: gun.