Siantar,hetanews.com- Kanit Jahtanras Reskrim Polres Siantar, Iptu Yuken Saragih, bersama tim berhasil menangkap tiga pria pencetak, sekaligus pengedar uang palsu (Upal), Jumat malam (20/4/2018). Ketiga pelaku pun ditahan di Mapolres Siantar, Sabtu (21/4/2018)

Yuken menjelaskan, ketiga pelaku diamankan yakni, MS (36), warga Jalan Mataram I Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, EMTS (39), warga Jalan Asahan, Kompleks Veteran Lorong 6, Kelurahan Siantar State, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun dan LS (42), warga Jalan Kartini Asrama Mahoni, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

Jahtanras Polres Siantar ungkap sindikat pencetak, sekaligus pengedar uang palsu di Siantar

"Kami pihak Satuan Reskrim menerima laporan dari warga, bahwa ketiga pelaku mencetak dan mengedar uang palsu di Kota Siantar. Lalu tim opsnal pun melakukan penyelidikkan ke lokasi,"kata Yuken.

Saat melakukan penyelidikan, terlebih dahulu pada Jumat sore, sekira pukul 16.30 WIB, Kanit Jahtanras, Iptu Yuken Saragih, membuat strategi penyamaran.

Petugas menyaru sebagai pemesan uang palsu, lalu melakukan transaksi terhadap kedua pelaku yakni EMTS dan LS di Jalan Kartini, depan KDS Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Siantar.

Setelah menangkap kedua pria itu, petugas melakukan pengembangan.

Barang bukti uang palsu

"Alhasil pengembangan, pelaku lain, MS diciduk di rumahnya di jalan Mataram I, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara. Dari ketiga pelaku itu diamankan barang bukti 106 lembar cetakan uang pecahan 50, 10 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, 5 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, 13 lembar uang palsu pecahan Rp.5 ribu, 5 buah mata pisau, 1 buah penggaris. 4 buah lakban dan 1 unit Printer Merk Pixma mp 287 dan tinta. Keberhasilan itu pun membuat Kasat Reskrim, AKP H Sinambela turun kelapangan,"jelas Yuken.

Penyidik Polres Siantar, Darwin Siregar menjelaskan, hasil pemeriksaan di kantor polisi, ketiga pelaku telah mencetak uang palsu sebanyak Rp 40 juta dan sudah mengedarkan di Kota Siantar sebesar Rp 20 juta dengan membeli Hand Phone (HP) di Black Market Facebook (FB) dan juga membeli baju.

"Ketiga pelaku mencetak dan mengedarkan karena sabu-sabu, mereka sudah kecanduan mengonsumsi narkoba mereka," kata Darwin.

Sumber: tribunnews.com