Siantar, hetanews.com- Terkait tindakan aneh dari Ketua DPRD Siantar, ketika melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pedagang, di ruang Komisi II, Jumat (20/4/2018), perwakilan pedagang meminta agar Badan Narkotika Nasioal Kota (BNNK) Siantar, memeriksa Maruli Hutapea. 

Hal ini, kata salah satu perwakilan pedagang, Fawer Full Fander Sihite, melihat tindakan dan omongan Ketua DPRD yang ngelantur. "Kami mendesak pihak BNN untuk memeriksa urine Ketua DPRD Kota Siantar karena pada saat RDP, terindikasi oyong atau pusing dan ngomong tidak karuan. Sehingga kami menduga, beliau terindikasi mabuk atau pengguna narkoba,"katanya. 

Masih kata Fawer, dia juga mengharapkan tranparannya hasil dari test urine tersebut, sehingga masyarakat tahu, apakah benar Ketua DPRD mabuk atau tidak?

Baca Juga: Habis Hadapi Pedagang dan Bertingkah Aneh, Ketua DPRD Siantar Dilarikan ke UGD RSVI

Baca Juga: Jurus 'Mabuk' Ketua DPRD Siantar di Hadapan Pedagang Memancing Emosi

"Biar semua tahu, apakah mabuk atau tidak, jadi kami masyarakat biar tahu, bagaimana tingkah dari wakil kami,"ucapnya. 

Selain menduga mabuk, Fawer juga menduga Ketua DPRD sedang stress karena salah satu pegawai dari PDPHJ adalah istrinya.

"Bisa juga dia stress, karena dilemma, ternyata istri beliau merupakan pejabat di PDPHJ yaitu bidang kepegawaian,"sebutnya. 

Untuk itulah, kata Fawer, agar tidak menduga-duga dan permasalahan menjadi melebar, Fawer memaksa BNNK segera melakukan test urine kepada Ketua DPRD Siantar. "Kita buktikan, apakah mabuk atau stress, biar jelas semua, biar tidak menduga-duga, "ucapnya.