Simalungun, hetanews.com- Camat Jorlang Hataran, Tohap Manurung, Jumat (20/4/2018), berjanji akan secepatnya melakukan pemanggilan terhadap oknum Sekeretaris Desa (Sekdes) Nagori Dolok Marlawan, Doris boru Marpaung yang diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) beras sejahtera (rastra).

Menurutnya, saat ditemui di ruang kerjanya, sesuai hasil sosialisasi di tingkat kabupaten maupun di kecamatan, sudah dianjurkan kepada para pangulu dan sekdes agar tidak melakukan pungutan saat mendistribusikan rastra. Mengingat rastra tersebut adalah merupakan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Pusat.

"Begitu rapat kami tempo hari, di ruang Jabanten tentang peralihan dari raskin ke rastra itu menjadi bansos. Kan begitu. Gak pala lah kujelaskan, namanya juga sudah bansos. Sudah fahamlah kita semua itu. Dan kita sosialisasikan ke seluruh pangulu dan sekdesnya kita undang kesini," paparnya.

"Gak lah, gak lah bos,"ujarnya membantah, bahwa ada mensosialisasikan agar pangulu/sekdes disaat mendistribusikan rastra diwajibkan melakukan pungutan.

“Tapi, kita harus analisa. Dasar apa mereka melakukan. Itu yang pertama. Apa dasarnya, kan gitu,”ujarnya.

Kan semuanya berdasar. Apa dasarnya dilakukan seperti itu. Kalau dari kita yang kita sampaikan, tidak ada pungutan masalah rastra itu. Tapi kita kan harus telaah, teliti dulu, apa dasarnya. Ada kira - kira rupanya pak, tanya Camat.

Baca Juga : Pangulu Dolok Marlawan Diduga Pungli Rastra, Konfirmasi Wartawan Tak Kunjung Dijawab

Ya betul. Nagori Dolok Marlawan itu ada 130 KPM. Per bulan per KPM menerima 10 Kg. Kog bisa? selaknya usai dikonfirmasi, bahwa masyarakat yang terdaftar dalam KPM hanya diberikan rastra seberat 5 Kg. Dan dipungut sebesar Rp 3000 dengan alasan pihak nagori sebagai upah jasa pengangkutan rastra. "Yang pasti, saya akan panggil dulu. Dasar apa mereka melakukan pungutan,"tegasnya.

Celotehnya lagi, “saya akan panggil dulu. Gak mungkin saya langsung ambil tindakan. Apa sih? Mungkin kan ada dasarnya. Kan begitu. Soalnya yang jelas pada saat itu, yang dari Dinsos juga saya undang. Saya memaparkan, bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat. Jadi, jujur, tandasnya berbicara lepas.

"Saya panggil dulu. "Secepatnya lah. Gak mungkin berlama - lama. Kalau udah ada keluhan kayak gini, ya secepatnya donk. Hal ini untuk pendistribusiannya untuk dua bulan loh. Gitu ya. Saya juga monitor terus. Bagaimana perkembangan - perkembangan rastra, “ujarnya bertele - tele.