HETANEWS

Benarkah Ada Kutipan Dana “Illegal” di Dinsos Simalungun?

Simalungun, hetanews.com- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Simalungun, kembali menjadi sorotan, setelah salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE), mengeluhkan adanya pengutipan dana sebesar 5 juta rupiah per KUBE.

Pengutipan yang patut diduga illegal ini, menyusul 30 KUBE di 3 Kecamatan di Kabupaten Simalungun, mendapat bantuan dana segar dari Kementerian  Sosial, sebesar 20 juta rupiah per KUBE.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber menyebutkan, setiap KUBE yang telah menerima bantuan dana yang dicairkan lewat transfer rekening, diminta untuk menyetorkan dana sebesar 5 juta rupiah kepada salah seorang pimpinan di Dinas Sosial Kabupaten Simalungun.

Setoran illegal itu disebut-sebut sebagai uang pelican yang diminta oleh salah seorang oknum pimpinan Dinsos, sebagai upeti untuk memuluskan permohonan KUBE tahun mendatang. Sejumlah pengurus KUBE membenarkan hal ini, dimana modus pengutipan dana secara illegal tersebut melibatkan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai pihak yang disebut-sebut “tangan kanan” oknum Dinsos.

Seperti yang dialami salah satu KUBE asal Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Menurut salah seorang pengurus KUBE, terpaksa menyetorkan uang Rp5 juta kepada TKSK dikarenakan khawatir kedepannya tidak lagi direkomendasikan sebagai penerima bantuan.

“Kita setor sama TKSK, alasannya diperintahkan oleh Dinsos Simalungun. Terpaksa kami kasi, takut kedepannya enggak dapat bantuan lagi,” ujar sumber yang enggan dicatut namanya, Rabu (18/4/2018).

Sementara itu, Kepala Dinsos Simalungun, Frans Togatorop melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan, Halasan Silitonga, membantah adanya informasi yang telah beredar terkait pengutipan dana secara illegal tersebut.

Kata Halasan, dana bantuan telah diterima KUBE melalui via transfer rekening setiap KUBE.

“Tidak ada pengutipan dana itu, enggak benar. Itu kan sudah ditransfer secara langsung. Kita Dinsos hanya bersifat membantu saja,”katanya.

Disinggung adanya dugaan “intimidasi” kepada KUBE yang tidak menyetorkan dana Rp5 juta, Halasan kembali menepis anggapan tersebut dan menjelaskan, bahwa Dinsos hanya sebagai pihak yang bertugas menyusun administrasi.

“Ah enggak benar itu, kita hanya membantu administrasi dan membuat surat rekomendasi ke provinsi untuk KUBE mendapat bantuan, itu saja,”paparnya.

Penulis: tim. Editor: gun.