Istri Ketiga dan Putranya Didakwa Palsukan Surat Waris

Istri ketiga dan putranya didakwa palsukan surat waris. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Nova Miranda Ginting, mendakwa Parinem Nani (65) dan putranya, Rahmat Wijaya (33), telah memalsukan surat waris, almarhum Abdul Yani, sehingga beralih SHM atas nama Abdul Yani menjadi Rahmat Wijaya.

Perbuatan terdakwa dijerat jaksa dengan pasal 263 (1) dan (2) KUHP jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Menurut dakwaan jaksa yang dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (17/4/2018).

Almarhum Abdul Yani, menikah sebayak 3 kali dengan Asnah br Pohan (alm) dan memiliki 3 anak. Dengan Fatimah (alm) juga memiliki 3 anak, serta dengan terdakwa Parinem Nani yang memiliki 2 anak.

Setelah meninggalnya Abdul Yani, pada 11 April 1994 lalu, sesuai dengan surat kematian yang dikeluarkan Pangulu Karang Rejo, pada 29 Juni 2010, para terdakwa membuat surat keterangan ahli waris.

Dalam surat waris yang dibuat para terdakwa, menyatakan, bahwa kedua terdakwa dan Sri Wahyuni serta Sri Hayati, merupakan ahli waris satu-satunya dan tidak ada yang lain.

Surat keterangan waris tersebut ditandatangi para terdakwa, diketahui saksi, Lurah Karang Rejo, Ripin Dani dan dikuatkan oleh Camat Gunung Maligas, Bob Presly Saragih.

Berdasarkan surat tersebut, almarhum Abdul Yani yang memiliki lahan seluas 10.666M2 menjadi gugur haknya. SHM No 267 atas nama Abdul Yani telah dimohonkan para terdakwa ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Simalungun berdasarkan surat keterangan waris tersebut yang seakan-akan hanya para terdakwa ahli warisnya.

Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban Parida dan ahli warisnya, merasa dirugikan sebesar Rp 877.500.000.

Atas dakwaan jaksa itu, tim pangacara, Reinhard Sinaga dan Zakaria Tambunan akan mengajukan eksepsi (tanggapan atas surat dakwaan jaksa).

Untuk itu, majelis hakim, pimpinan Lisfer Berutu, menunda persidangan hingga Selasa depan.

Penulis: ay. Editor: gun.