HETANEWS

Ini Alasan Masyarakat Batubara Menolak Revisi UU LLAJ

Diskusi mengenai wacana revisi UU LLAJ di Batubara.

Batubara, hetanews.com - Adanya wacana merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan (LLAJ), beberapa tokoh masyarakat, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan diskusi di Cafe Khusi Dhakar Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Senin (16/4/2018).

Diskusi itu turut dihadiri Ronal, salah satu pengacara di Batubara, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, jajaran Sat Lalu Lintas Polres Batubara di antaranya Kasat Lantas, KBO Lantas dan beberapa personil lainnya. Tujuannya untuk menampung semua aspirasi dari masyarakat Batubara.

Heri selaku Sekretaris LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia Kabupaten Batubara menegaskan menolak revisi UU Nomor 22 Tahun 2009.

Menurutnya, jika UU itu direvisi akan banyak menimbulkan polemik antara masyarakat dengan pihak terkait.

"Bukan hanya itu saja polemik, jika Kementrian Perhubungan (Kemenhub) merevisi UU yang bertujuan agar pengguna sepeda motor dimasukkan agar menjadi sebagai transportasi angkutan umum," paparnya.

Sebelumnya terdapat dalam Peraturan Kemenhub sendiri dalam pasal 108 tahun 2017 bahwa sepeda motor bukan suatu merupakan transportasi angkutan umum, jika sepeda motor tetap ingin dijadikan transportasi umum.

"Saya rasa cukup membuat Permenhub akan lebih efisien, bukan harus merevisi UU tersebut," sebut Heri.

Lanjutnya, jika Kemenhub tetap membuat atau merevisi UU itu maka akan terjadi 'meriah' nya transportasi online seperti, Gojek, Gocar dan sebagainya.

"Itu semua belum mendukung sarana prasarana  di Kabupaten Batubara. Contohnya saja terminal transportasi angkutan umum belum ada di Batubara," tegasnya.

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Batubara, Yakat Ali juga menyatakan menolak revisi UU Nomor 22 Tahun 2009. Menurutnya, revisi iti masih(dini) terlalu cepat untuk dilaksanakan.

Diakuinya, ada sisi baik dari revisi itu dengan adanya transportasi masal dapat mengurangi volume kendaraan, sehingga dapat menimalisir kecelakaan dijalan raya.

"Namun itu semua  tergantung dari daerah-daerah yang sudah maju dan kota nya sudah tertata dengan rapi. Jelasnya saya menolak atas revisi UU itu," ungkapnya​.

Penulis: tim. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.