Berikut Modus Operandi “Order Fiktif” yang Kerap Dimainkan Oknum Driver Angkutan Online

Modus operandi yang kerap dimainkan oleh oknum driver angkutan online untuk meraup keuntungan.

Siantar, hetanews.com- Hadirnya bisnis aplikasi Go Jek di kota Siantar, perlahan mulai merubah gaya hidup masyarakat, sekaligus membawa dampak positif, yakni, membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Bisnis ini, juga telah memberikan kemudahan bagi pengemudi (driver) untuk mendapatkan sejumlah uang tanpa harus bersusah payah berkeliling mencari orderan dari pelanggan. Mengapa bisa seperti itu ? Bukankah PT Go Jek Indonesia telah menetapkan sejumlah aturan ketat bagi mitra kerjanya terkait bagaimana memperoleh bonus dari setiap orderan yang masuk ?

Bagi para Driver Go Jek tentu tidak merasa asing lagi dengan istilah “nembak”. Sebuah kata yang berarti upaya driver Go Jek atau Go Car  untuk meraup keuntungan pribadi dengan hanya memainkan ponsel android mereka masing-masing dan melakukan order fiktif untuk mengelabuhi perusahaan.

Modus ini sebenarnya sudah beberapa kali terkuak, dimana dibeberapa kota di Indonesia, pihak kepolisian telah menangkap sejumlah mitra kerja PT Go Jek maupun PT Grab Indonesia yang diduga kuat melakukan penipuan dengan menerapkan order fiktif.

Seperti yang terjadi di Jakarta pada Februari lalu, dimana sejumlah oknum sipil diamankan petugas kepolisian karena diduga kuat melakukan order fiktif atau yang dikenal dengan “tuyul”.

Dimana modusnya, pelaku yang ahli memodifikasi ponsel milik driver angkutan online, membuat GPS palsu untuk menentukan lokasi dan seolah-olah para driver telah melayani pelanggan.

Dan untuk menghindari suspen (peringatan) dari perusahaan, para pelaku memiliki puluhan ponsel android untuk mengelabuhi perusahaan. Ini sebagai cara pelaku untuk menghindari sanksi putus mitra disebabkan menerima orderan yang sama dalam kurun waktu 1-3 hari berturut-turut.

Lantas, bagaimana modus operandi yang kerap dimainkan oleh oknum driver angkutan online untuk meraup keuntungan tanpa harus bersusah payah berkeliling mencari orderan ?

Senin (16/4/2018), hetanews.com menemui mantan driver angkutan online berinisil GN, untuk mengetahui modus yang pernah dilakukan pria berusia 35 tahun semasa menjadi driver.

Kata GN, dirinya hanya perlu bertanya kepada teman ataupun kerabat yang memiliki aplikasi angkutan online di ponselnya. Bahkan jika tidak ada, dirinya tidak segan-segan meminta kerabatnya untuk mendownload aplikasi.

Baca Juga : Ada Peluru Mu Bro, Salah Pelor Bisa Merugikan Loh

“Tinggal tanyain aja sama kawan-kawan, kalau ada aplikasinya kita minta tolong dia order. Dia enggak perlu naik, yang penting dia pesan sama kita dan tentukan lokasi pengantaran. Tinggal kita tunggu aja orderan masuk ke hp kita, sudah beres dan dapat point tambahan,”ujar pria berkumis yang mengaku telah diputus mitra akibat menerima orderan yang sama dalam tempo 2 hari berturut-turut.

Masih kata GN, ia kerap memulai aksinya tidak terbatas waktu, selama ada kesempatan GN selalu melancarkan order fiktif demi mencapai point target tertinggi dan mendapatkan bonus.

“Kadang kalau malas narik keliling bentar ke tempat tongkrongan kawan-kawan, yang penting targetnya tercapai. Cantik main lah bang, jangan sampai salah pencet atau salah terima order, nanti langsung kenak suspen,”katanya.

Modus operandi yang dimainkan GN, sepertinya hampir mirip dengan postingan salah seorang pengguna media sosial facebook, seperti yang dilansir dari Rancahpost.co.id. Dimana dalam postingan itu, modus yang dimainkan pelaku driver angkutan online telah dimulai sejak tahun 2015 lalu, persis 5 tahun setelah perusahaan aplikasi ini didirikan.

Berikut ialah modus yang sering dimainkan oleh oknum driver angkutan online seperti yang di posting akun facebook @gojeksukses (lihat foto).

Penulis: tim. Editor: gun.