Diperiksa Penyidik KPK, Istri Gubernur Keluar Lewat Pintu Belakang

Evi Diana Sitorus, istri Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi(kiri) (facebook)

Medan, hetanews.com- Evi Diana Sitorus, istri Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, keluar lewat pintu belakang Mako Brimob Polda Sumut, Senin (16/4/2017).

Pantauan www.tribun-medan.com, usai diperiksa penyidik KPK, Evi Diana Sitorus keluar lewat Gedung Satya Bapra Kosala Brimob Polda Sumut sekitar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya disusul Sekretaris DPD Demokrat Sumut yang juga anggota DPRD Sumut, Meilizar Latif.

Evi yang mengenakan kemeja bercorak garis-garis warna hitam putih dipadu hijab biru terlihat berjalan ke arah areal parkir yang berada di sisi kanan gedung.

Walhasil, awak media yang sudah menunggu Evi di bagian sisi kiri gedung Mako Brimob tidak berhasil mewawancarainya.

Pemeriksaan Evia Diana Sitorus oleh KPK pun dibenarkan mantan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Rustiawati.

"Iya diperiksa juga. Tadi ada di dalam, tapi dia (Evi Diana Sitorus) pulang duluan. Cepat tadi dia diperiksanya," kata Rustiawati yang ditemui usai menjalani pemeriksaan.

Diketahui, sejak pagi tadi, sebanyak 22 nama dari mantan anggota DPRD Sumut menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para wakil rakyat ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi perihal penyidikan lanjutan penetapan 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus suap Gatot Pujo Nugroho.

Terima Uang Ketok 127,5 Juta

Kilas balik ketika Evia Diana Sitorus menjadi saksi dalam sidang lanjutan Gatot Pujo Nugroho terkait kasus dugaan suap DPRD Sumut senilai Rp 61 miliar di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Kamis (12/1/2017) lalu.

Evi Diana Sitorus saat keluar dari pintu belakang Mako Brimob Polda Sumut, Senin (16/4/2018) (TRIBUN MEDAN/AZIS HUSEIN HASIBUAN)

Bernaung di bawah usungan Partai Golkar, kala itu Ajib Shah selaku Ketua Fraksi menjanjikan, satu anggota mendapat jatah Rp 400 juta.

Akan tetapi, Evi Diana tak menerima uang secara keseluruhan seperti yang dijanjikan Ajib Shah. Dia hanya menerima total Rp 127,5 juta.

"Janji dari ketua fraksi (Ajib Shah) disebut awal 2014 berupa cash Rp 400 juta. Ada teman yang menerima penuh Rp 400 juta. Tapi saya belum terima semuanya, waktu itu saya pergi umroh," ucapnya di hadapan majelis hakim.

Lalu, Evi berusaha meminta kekurangan uang seperti yang dijanjikan Ajib. Bukannya dikasih, Evi Diana malah diberikan janji palsu oleh Ajib Shah.

"Dijanjikan satu anggota dewan Rp 400 juta. Waktu yang menjanjikan ketua fraksi, Pak Ajib Shah. Kekurangannya sudah saya minta tapi gak dikasih. Ya, sudahlah, mungkin bukan rezeki saya," ujar Evi.

Rincian uang pengesahan APBD yang diterima Evi Diana yakni, Rp 12,5 juta pengujung 2015. Selanjutnya, Rp 15 juta pertengahan 2014 dan Rp 50 juta akhir 2015. Awal 2015, Evi Diana mengaku kembali mendapat Rp 50 juta lagi. Uang yang diterimanya keseluruhannya diberikan Ali Nafiah yang katanya bersumber dari dana Pemprov Sumut.

"Total yang saya terima Rp 127,5 juta. Uangnya diberikan setelah pengesahan APBD dan tidak ada tanda terima. Kalau interplasi saya tidak ada terima. Semuanya telah saya kembalikan ke KPK," ucap Evi.

 

Sumber : tribunnews.com

 

Penulis: -. Editor: gun.