Mon 15 Oct 2018

Panitia : Ada Tor-tor Sombah saat Acara MTQ di Simarimbun

Wali Kota Siantar, Hefriansyah saat menghadiri MTQ Simarimbun.

Siantar, hetanews.com- Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Kota Siantar, menyampaikan tuntutan dan aspirasi ke DPRD Kota Siantar, Senin (16/4/2018).

IKEIS melihat Pemko Siantar telah melakukan pelecahan terhadap budaya Simalungun.

Pada poin keempat surat yang disampaikan IKEIS ke DPRD Kota Siantar, dicantumkan pelecehan budaya yang dilakukan Pemko, seperti pada pembukaan acara MTQ di Kecamatan Simarimbun, pada tanggal 22 Maret 2018, lalu. 

Masih dalam surat tuntutan, pada acara MTQ yang dihadiri Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor itu, dikatakan disambut dengan budaya Melayu dan menolak ditawarkan budaya Simalungun sebagaimana lazimya saat ini. 

Amar Daulay, panitia MTQ Kecamatan Simarimbun saat itu menjelaskan, jika acara penyambutan Wali Kota dan rombongan pada acara MTQ bukan disambut dengan budaya Melayu. Namun tarian Marawis dari Minangkabau Sumatera Barat. 

Wali Kota Siantar, Hefriansyah saat menghadiri MTQ Simarimbun. 

Lebih lanjut, Daulay menjelaskan, saat rombongan Wali Kota datang disambut dengan tarian Marawis seraya berjalan ke lokasi acara. Tiba di tempat yang sudah ditentukan, Wali Kota Hefriansyah Noor bersama rombongan disambut dengan Tor-tor Sombah, tarian budaya Simalungun.

Tor-tor Sombah, kata Daulay, dibawakan oleh penari dari sekolah Ibnusinah Kota Siantar.

"Pada acara MTQ itu banyak partisipasi yang ditampilkan, ada anak-anak dari TK, dan sekolah - sekolah. Bahkan banyak partisipasi yang gak kita tampilkan karena Pak Wali datang terlambat. Jadi banyak penampilan kita buat sebelum Pak Wali datang. Apa salah jika ada partisipasi Tarian Minang kita tampilkan ? Bisa ditanya Tor-tor Smbah ada kita buat. Makanya jangan ditengok dari lluarsaja," jelas Amar Daulay.

Sebelumnya, Camat Siantar Marimbun, Fidelis Sembiring yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan jika pembukaan MTQ itu disambut dengan Tor-tor Sombah dan tarian Merawis.

Fidelis menampik jika pihaknya menolak permintaan agar budaya Simalungun ditampilkan, seperti yang tertulis dalam surat IKEIS. 

"Tarian Marawis menyambut Wali Kota saat baru datang. Kemudian tiba di tempat acara disambut lagi dengan Tor-tor Sombah. Mungkin salah penempatan ya, tapi kalau untuk melecehkan atau menista, saya mewakili dari Kecamatan Simarbun menegeskan tidak ada upaya melecehkan. Karena budaya Simalungun merupakan bagian dari sejarahnya Kota Siantar," jelasnya mengakhiri.

 

Penulis: gee. Editor: gun.