HETANEWS

Dalam Sehari, 7 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Digulung Polisi dari 4 Lokasi

Para tersangka yang diamankan polisi. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Polres Simalungun melalui Satuan Reserse Narkoba terus bekerja, menggulung para pelaku penyalahgunaan narkotika.

Seperti Sabtu (14/4/2018), setidaknya 7 orang pelaku berhasil diamankan dari 4 lokasi.  

Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di Jalan Asahan Km 2, Kabupaten Simalungun, tepatnya di depan Rumah Makan (RM) Cindelaras, Sabtu (14/4/2018), sekira pukul 22.00 WIB.

TKP kedua di kediaman Romy, di Jalan Raya Ujung, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar dan masih di  hari yang sama, sekira pukul 02.00 WIB.

Berikutnya, TKP ketiga di rumah Khalid, Jalan Menamben, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Sabtu (14/4/2018), sekira pukul 03.00 WIB.

Dan TKP keempat di kos-kosan Surya, Jalan Sadum, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, sekira pukul 04.00 WIB.

Adapun para tersangka yang diamankan yakni, Sumardi Sihombing (33), warga Jalan Kisaran 2 Kelurahan Kampung Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar, Romy Rayn (32), Khalid Anasruloh (34), Surya Matdani (25), warga Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Fikri Aulia Rahman (25), warga lan Singosari, Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat, Muhamad Taufik (27), warga jalan Singosari, dan Muhamad Syarial Siregar (25), warga Jalan Siak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Santar.

"Sedangkan barang bukti yang diamankan, dari Sumardi, 1 bungkus plastik klip sedang di dalamnya diduga berisikan sabu, 1 unit handphone (HP) merk Nokia, uang sejumlah Rp 34.000 dan 1 set bet Dinas Perhubungan," sebut Kasat Narkoba, AKP Marnaek Ritonga, Minggu (15/4/2018)

Dari pelaku Romy, diamakan 1 unit HP merk Nokia, sementara Khalid,  petugas mengamankan 1 unit HP merk Samsung dan uang sejumlah Rp 100.000.

Sementara dari Surya, 2 bungkus plastik klip kecil diduga sabu, 1 batang rokok Gudang Garam yang di dalamnya diduga berisikan ganja, termasuk 4 batang rokok, uang Rp 1.000.000 (diduga hasil penjualan narkotika jenis sabu),  2 unit timbangan eletrik, 1 unit mesin pemanas, 1 buah kaca pirex, 1 buah pipet/sekop, 1 unit HP merk Samsung, 1 bungkus plastik klip besar berisikan plastik klip kecil kosong, 1 bungkus plastik klip besar berisikan plastik klip sedang kosong, dan 1 bungkus plastik klip besar yang diduga berisi sisa sabu.

Sedangkan dari Taufik, diamankan 1 unit HP merk Nokia warna orange dam Nokia warna hitam, serta 1 unit dompet merk mont blanc. Lalu dari Syarial, 1 unit HP merk Nokia warna biru dan dari Fikri, 1 unit HP merk Nokia.

Barang bukti yang diamankan polisi. (foto/zai)

"Penangkapan para pelaku, menyusul adanya informasi yang diterima petugas pada Sabtu (14/4/2018), sekira pukul 22.00 WIB, bahwa di Nalan Asahan, di depan RM Cindelaras sering terjadi transaksi sabu," papar Marnaek.

Atas informasi itu, petugas langsung bergerak menuju TKP. Sesampainya di TKP, polisi melakukan pengendapan dan tidak lama kemudian, datang 2 orang pria mengendarai sepeda motor dengan gerak gerik mencurigakan.

Karena melihat keduanya mencurigakan, polisi langsung melakukan penyergapan, namun seorang yang mengendarai sepeda motor melarikan diri dengan tancap gas.

Sedangkan pria yang dibonceng dapat diamankan. Petugas langsung melakukan penggeledahan dan pelaku mengaku bernama Sumardi, ternyata tidak ada ditemukan barang bukti yang berhubungan dengan narkotika.

Namun saat dilakukan pencarian di sekitar lokasi, polisi menemukan 1 bungkus plastik klip kecil diduga sabu.

Saat diintrogasi, Sumardi mengaku, sabu itu adalah miliknya dan membeli dari seseorang yang ia kenal bernama Romy.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan terhadap Romy. Sesampainya di rumah Romy, polisi melakukan penggerebekan dan mmmenemukan pelaku 

Ketika diinetrogasi, Romy pun mengaku, menjual sabu itu kepada Sumardi. Dia juga mengakui, mendapatkan sabu itu dari Khalid.

Polisi langsung mendatangi rumah Khalid dan melakukan penggerebekan hingga akhirnya pelaku ditemukan.

Dan saat diinterogasi, dia mengakui menjual sabu itu kepada Romy. Khalid juga mengaku, mendapatkan sabu dari Surya.

Tidak menunggu waktu lama, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap Surya. Polisi mendapatkan informasi, bahwa Surya sedang berada di kamar kos-kosannya, di Jalan Sadum.

Polisi langsung ke TKP dan melakukan penggerebekan. Dari dalam kamar kos itu, ditemukan 4 orang laki laki dan langsung diamankan.

Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan terhadap kamar kos itu dan ditemukan barang bukti.

Surya mengakui, bahwa sabu itu didapatnya dari WHY, di Medan.

Selanjutnya para yersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor Sat Narkoba Polres Simalungun guna proses lebih lanjut.

Penulis: zai. Editor: gun.