Mon 15 Oct 2018

Leher Digorok dan Dada Ditikam, Jasiaman Purba 'Dihabisi' saat Tidur

Rosmalinda br Saragih, otak pelaku pembu uhan terhadap suaminya. (foto/jufri)

Binjai, hetanews.com - Pembunuhan Jasiaman Purba alias Oppung (53) warga Jalan Teratai, Lingkungan 7, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, membuat masyarakat Kota Binjai heboh, khususnya warga seputaran rumah korban.

Setelah dinyatakan menghilang selama 3 hari dan ditemukan membusuk di dalam parit yang dicor semen, ternyata pria bertato naga itu dibunuh oleh Hardi Haloho (42), seorang supir yang tinggal di Jalan Suka Damai, Kelurahan Suka Ramai, Binjai Barat.

Hasil pemeriksaan polisi terhadap pelaku, dia membunuh Jasiaman atas suruhan Rosmalinda br Saragih (51) istri Jasiaman sendiri. Usai membunuh Jasiaman, Hardi Haloho mendapat upah Rp 2 juta, dari Rosmalinda.

Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka, diketahui Rosmalinda menghubungi Hardi Haloho untuk menghabisi nyawa Jasiaman yang saat itu sedang tidur.

"Di saat korban sedang tidur pulas di kamar, Rosmalinda menelepon Haloho dan menyuruh untuk beraksi (membunuh)," kata Hendro, Sabtu (14/4/2018) sekira pukul 20.00 WIB.

Perwira yang pernah menjadi anggota Densus 88 Anti Teror Polri tersebut mengatakan, kalau pelaku Haloho langsung masuk ke dalam kamar dan menikami dada korban.

Setelah melihat Jasiaman tak berdaya, istri korban langsung mengambil tindakan menggorok leher suaminya hingga tewas.

"Pelaku (Haloho) menikami tubuhnya. Istrinya (Rosmalinda) menggorok leher," ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Madina itu menambahkan dari hasil otopsi, ditemukan luka tusuk di dada dan luka gorok di leher.

Polisi juga mengetahui, motif pembunuhan tersebut, dilatarbelakangi oleh dendam Rosmalinda terhadap korban. Selama ini Rosmalinda mengaku sakit hati dan dendam, karena mereka sering bertengkar.

"Korban dan istrinya kerap bertengkar, kita tidak tau apa alasan mereka bertengkar. Namun, pelaku sakit hati dan dendam, sehingga nekat menghabisi nyawa suaminya itu," ujar Hendro.

Disinggung mengenai hubungan kedua pelaku, kata Hendro, polisi menduga kuat, ada hubungan spesial antara keduanya.

"Kita menduga, ada hubungan spesial mereka. Namun, polisi tidak fokus terhadap hubungan mereka. Kita fokuskan ke kasus pembunuhan ini," terangnya.

Polisi awalnya berhasil meringkus Hardi Haloho saat minum tuak di warung tuak milik Tampubolon di Pasar 9, Binjai Barat. Polisi juga menembak kedua kakinya, karena berusaha melarikan diri ketika ditangkap.

Dia mengakui, disuruh istri korban. Berdasarkan pernyataan tersebut, polisi pun menangkap Rosmalinda dari rumah menantunya, Bilmar Saragih di Jalan Masjid, Dusun 2, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sabtu (14/4/2018) pagi. 

Penulis: jufri. Editor: aan.