HETANEWS.COM

Ada Peluru Mu Bro, Salah Pelor Bisa Merugikan Loh

Sumber media sosial (Facebook).

Siantar, hetanews.com - Perkembangan teknologi yang semakin pesat memiliki dampak positif dan negatifnya.

Dan di era teknologi ini, segala kemudahan menjadi salah satu tawaran yang juga memiliki dampak positif dan negatif. Karena setiap orang dapat dengan mudah meraih sesuatu hanya dengan memainkan jari jempolnya saja. 

Dahulu, saat kita tidak memiliki kendaraan dan hendak pergi kemana-mana kita harus pergi berjalan kaki untuk mencari angkutan umun, dan itu pun rela berdesak-desakan. Apa lagi kalau malam, saat perut lagi keroncongan dan persediaan makanan tidak ada di rumah.

Namun, di era teknologi saat ini, semua itu sudah tidak pernah lagi kita rasakan. Asal ada kuota internet, maka segalanya bisa dengan mudah kita tempuh.

Selain itu, sisi positif lainnya ada juga, dengan kemajuan teknologi ini, banyak menambahkan lapangan pekerjaan baru, salah satunya yakni angkutan online.

Namun sisi negatifnya juga ada, seperti angkutan online tadi, tambahnya jumlah volume kendaraan menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan dan tingkat kemalasan masyarakatpun semakin tinggi. 

Bercerita soal angkutan online, di Siantar saat ini terkenal dengan istilah pelor atau peluru. Yah, beberapa orang dengan menggunakan pakaian biasa dan membawa mobil, pergi ke warung kopi dan bertemu dengan temannya, pasti kalimat pelor sering terdengar. "Ada pelor mu bro?”.

Itulah kalimat sapaan yang kerap terdengar, baik sesama angkutan online ataupun temannya yang kebetulan bertemu dengannya, di warung itu. 

Pertanyaannya, apakah itu legal? Dengan alasan untuk memenuhi target, kerap supir angkutan online terkhusus mobil, baik Go Car dan Grab melakukan hal tersebut. Dan tak jarang pula, mereka malah tidak menjalankan kendaraannya, cukup hanya duduk di warung kopi tersebut. 

Nah, bagaimana pula dengan yang benar-benar menjalankan dengan serius? Berdasarkan penelusuran di media sosial, ada salah seorang yang mengaku supir angkutan online, akibat salah pelor tersebut, dirinya terkena suspen. Itu berarti, salah pelor bisa merugikan loh.

Dan akibat salah pelor juga, beberapa kali sering terjadi perkelahian antar supir angkutan online ataupun kepada penumpang yang smart phonenya digunakan sebagai pelor oleh supir angkutan online. 

Apakah hal ini tidak menjadi perhatian dari managemen Go Car atau Grab? Apakah hal ini tetap dibiarkan oleh pihak management? Dan apakah ini tidak termasuk pelanggaran hukum?

Penulis: tom. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan