Medan, hetanews.com- Kakanwil Kemenkumham Sumut, Liberty Sitinjak langsung menurunkan tim mengusut kaburnya 16 tahanan titipan Polres Labuhanbatu, di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Labuhan Bilik

"Begitu saya dapat kabar bahwa ada 16 tahanan titipan kabur pada jam 08.30 WIB, saya langsung membuat tim dan menyuruh mereka turun ke sana untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi,"kata Liberty dari seberang telpon, Sabtu (14/4/2018) seraya menyatakan tim sudah berangkat ke Rutan Labuhan Bilik sebelum salat Jumat.

Ia mengaku dirinya menurunkan tim begitu cepat karena ada sedikit hal yang tidak lazim dari kaburnya tahanan titipan tersebut. "Maka dari itu saya membentuk tim dan di dalam tim ada dua Kabid dan satu Kasubdit yang ikut turun dalam tim tersebut,"ujarnya.

Liberty merasa heran kenapa bisa sampai 16 tahanan titipan yang kabur.

"Itu bagian dari kabupaten yang masuk dari Rantauprapat. Kenapa bisa banyak kali tahanan yang kabur. Saya akan melakukan, katakanlah dulu pengamatan singkat dulu di sana dan akan pelajari dulu titik permasalahannya,"kata orang nomor satu di Kemenkumham Sumut ini.

Mengenai di mana letak adanya ketidaklaziman dari kaburnya 16 tahanan titipan ini, Liberty Sitinjak menyatakan Rutan Labuhan Bilik itu kalau hendak ke sana harus menggunakan getek (sampan).

"Itu yang membuat rancu pikiran saya. Itupun, kita tunggu dulu hasil dari tim yang sudah turun ke Labuhan Bilik. Kita tunggu informasi dari mereka,"katanya seraya menyatakan meskipun dirinya mengetahui pasti apa yang ada di dalam pikirannya tidak sama dengan informasi yang diberikan oleh timnya nanti.

Baca Juga : Ini Kronologi Kaburnya 16 Napi dari Cabang Rutan Labuhan Bilik

Dikatakan Liberty, maka dari itu, pihaknya memohon agar tribun medan bersabar. "Setelah tim yang saya kirim sudah kembali ke sini dan memberikan informasi, saya akan turun langsung ke Rutan Labuhan Bilik. Kalau tidak Rabu, hari Kamis saya akan ke sana untuk melakukan pemantauan,"ujar Liberty.

Ia mengaku, pihanya harus hati-hati melihat situasi seperti ini, supaya semuanya sesuai prosedur. "Mohon maaf karena kita tidak bisa memberikan komentar lebih rinci. Nanti pulang dulu tim dan liat apa temuan awal dan kita lihat temuan awal tersebut apakah sudah sesuai SOP kita atau tidak. Kalau sudah sesuai, kita berangkat untuk mendalami masalah ini,"katanya.

"Ya kalau salah, kita harus terima kita salah. Kalau masyarakat mengkritik, kita siap untuk dikritik,"ujarnya.

Sumber : tribunnews.com