'Menghina' Presiden, Oknum Anggota DPRD Tobasa Ini Terancam Dipolisikan

Screenshot postingan di Facebook.

Tobasa, hetanews.com - Diduga salah seorang anggota DPRD Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) bernisial RA, menghina Presiden RI, Jokowi.

Informasi ini diketahui dari salah satu postingan Parlin Has Napit yang bertuliskan “Ojak Maho  di ingananna  Nangsohudok Nungga Jelas nadiroha i, Hori hot nidoton, nadiroha hot si ingoton (tepatlah kamu di tempat mu, biarpun tidak saya katakan sudah jelas  kamu di hati saya, berpegang di hati tetap di ingat)”.

Postingan itu pun dikomentari RA dengan mengatakan, “Lae kukonfirmasi lae malah memfitnah, Tu meong Baen Jokowi mi, tau lae meong, Kl hanya Jokowi Calon presiden, aku ngga pilih lae. Biasakan bagus.”

Sementara diketahui bahwa meong itu merupakan bahasa Batak Toba yang artinya adalah kucing.

Komentar oknum anggota DPRD itu diduga melanggar Pasal 256 RUU KUHP.

Yang bunyinya, setiap orang yang di muka umum menghina Presiden dan Wakil Presiden dipidana  penjara lima tahun atau denda paling banyak kategori IV (Rencana Kategori IV yang dimaksud  denda  maksimal Rp300 Juta).

Komentar oknum anggota DPRD Tobasa yang diduga menghina Presiden Jokowi. Screenshot

Salah seorang warga Tobasa, Jefri Siahaan mengatakan,  lakan melaporkan penghinaan Presiden Jokowi tersebut.

Menurutnya, tak layak seorang anggota DPRD memberikan komentar seperti itu.

"Walaupun dia (Ramli Aruan) sebagai kader dari partai oposisi terhadap pemerintahan, harusnya lebih fokus ngurus, bagaimana agar masyarakat Tobasa lebih sejahtera," tegasnya.

"Saya akan membawa hal ini ke ranah hukum, karena ini menyangkut kepala negara," tegasnya lagi.

Menurutnya, ini seperti bunyi Pasal 256 RUU KUHP berbunyi 'Setiap orang yang di muka umum menghina presiden atau wakil presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau dipidana denda paling banyak Rp 300 juta'.

Penulis: frengki. Editor: gun.