HETANEWS

Telan Dana Hampir 10 Miliar, Jalan Menuju Kawasan Geopark Danau Toba Sudah Mengelupas

Kondisi jalan alternatif menuju kawasan geopark Danau Toba yang terpantau telah mengelupas, meskipun terhitung baru 6 bulan lalu dikerjakan. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com - Masyarakat yang bermukim di Nagori Nauli Baru, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, merasa kecewa atas kualitas pembangunan peningkatan jalan jurusan Kecamatan Panei-Tigaurung Sidamanik.

Ini disebabkan pada beberapa titik badan jalan yang diaspal, kondisinya sudah mulai retak-retak dan mengelupas.

Padahal, proyek peningkatan jalan itu masih terhitung selesai dikerjakan pada akhir tahun 2017 lalu. Dimana pada saat itu, PT Harbangan Multi Kontraktor, dipercaya sebagai pihak yang mengerjakan proyek dengan total dana sebesar Rp 9.894.047.000.00.

Rasa kesal terhadap kualitas pembangunan jalan alternatif menuju kawasan geopark Danau Toba itu, disampaikan salah seorang warga, Boru Sipayung (56) saat dimintai tanggapan, Jumat (13/4/2018).

"Kecewa kita lihat aspalnya, baru dibangun sudah rusak lagi. Apa ini hasil pembangunan dengan dana hampir Rp 10 miliar," ucapnya dengan nada bertanya.

Masih katanya, selain merasa kecewa, dirinya juga mengkhawatirkan kondisi jalan yang mengelupas itu berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya roda dua pada waktu malam hari.

"Kemarin ada yang kecelakaan, karena lubangnya enggak nampak kalau malam. Saya prihatin nanti ada korban lagi, tolonglah disampaikan sama pemborongnya untuk memperbaiki jalan itu ito (adik)," ujarnya.

Senada dengannya, B Sijabat, mengharapkan pihak PT Harbangan Multi Kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun segera memperbaiki jalan yang telah mengelupas tersebut.

"Sudah pernah kami tegur pemborongnya, kata dia (pemborong) enggak apa-apanya itu. Bagaimana enggak apa-apa, sudah ada kecelakaan dan kalau dibiarkan aja lama-lama bisa jadi lubang lagi itu," tukas ibu yang mengenakan lensa ini.

Penulis: tim. Editor: gun.