Dinas Lingkungan Hidup Tobasa Dukung Bank Sampah

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Tobasa, Mintar Manurung, bersama stafnya, berkunjung ke sekretariat bank sampah kawasan Danau Toba "O Tao Toba Na Tio", Kamis (12/4/2018), pukul 14.00 WIB. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com- Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Mintar Manurung, bersama stafnya, berkunjung ke sekretariat bank sampah kawasan Danau Toba 'O Tao Toba Na Tio' pada Kamis (12/4/2018) sekira pukul 14.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Mintar Manurung bersama stafnya, Rina Sondang Lumban Toruan, mengecek buku tabungan nasabah bank sampah 'O Tao Toba Na Tio', kemudian melihat lahan yang masih kosong dan gudang untuk penumpukan sampah.

Mintar Manurung menyatakan, akan membantu bank sampah kawasan Danau Toba 'O Tao Toba Na Tio'.

"Kami sangat berterimakasih atas kehadiran organisasi ini. Sampah adalah masalah yang serius dilingkungan kita. Apalagi Tobasa adalah salah satu dari beberapa kabupaten di kawasan Danau Toba yang punya potensi wisata dalam program pembangunan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata wahid di dunia. Maka kita harus turut berperan," sebut Mintar 

Pihaknya juga akan segera ajukan untuk pengadaan alat dan sarana yang dibutuhkan bank sampah.

"Mungkin bisa saja dengan memberikan transportasi berupa betor, pembangunan rumah kompos organik dan sarana lainnya yang dianggap penting, demi lingkungan yang berinar (bersih, sejuk, indah dan asri)," ujarnya.

Disamping itu, Rina Sondang Lumban Toruan yang hadir mendampingi pimpinannya itu juga sempat mengelilingi taman mini kreatif bank sampah KDT 'O Tao Toba Na Tio', melihat bentuk bangunan yang unik dan bunga anggrek Toba serta mendengar penjelasan Ketua Bank Sampah KDT 'O Tao Toba Na Tio', Donald Sirait.

Taman dan bangunan itu sengaja dibuat untuk fasilitas taman baca yang akan menyediakan buku yang berbaur dengan lingkungan. Seperti buku-buku pendidikan SD, bahkan perguruan tinggi serta buku-buku lainnya yang dianggap menarik dan positif bagi semua pengunjung atau nasabah bank sampah.

Taman selfi yang akan dihiasi dengan aneka Anggrek Toba, wifi sebagai fasilitas internet dengan tujuan untuk mengurangi kenakalan remaja yang sering terjadi di warnet dan coffee shop yang akan memperkenalkan produk kopi lokal.

Kita akan berikan kesempatan kepada semua orang yang berkunjung ke bank sampah untuk menikmatinya, dan bank sampah akan berusaha untuk tidak menerima uang sebagai imbalan tapi cukup dengan menyetor sampah ke kami itu sudah cukup.

Karena selain daripada mengembangkan sampah menjadi objek yang menghasilkan uang, dan menciptakan lingkungan yang bersih bank sampah ingin menciptakan masyarakat yang sadar akan sampah, bagaimana caranya agar masyarakat dapat diajak kerjasama untuk bersama mengatasi persoalan sampah, papar Donald panjang lebar.

Begitu Rina mendengar dan memahaminya, Rina pun mengapresiasi visi dan misi bank sampah tersebut. Kemudian meminjam uang dari rekannya Rp 100.000,- dan memberikan partisipasi secara pribadi kepada  bank sampah.

"Saya kagum dengan visi - misi bank sampah KDT "O TAO Toba Na Tio" ini, tujuannya sangat bagus. Mudah - mudahan berhasil, “kata Rina.

Persoalan sampah bukan hanya persoalan sekarang tapi seumur hidup. Memang sudah saatnya pemerintah bergandengan tangan dengan semua pihak untuk mengatasinya.

Mungkin dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat bersama kelompok atau organisasi yang berkaitan. Yang kemudian memfasilitasi masyarakat, seperti pengadaan keranjang sampah misalnya, katanya.

Pihak bank sampah kawasan Danau Toba berharap adanya kerjasama yang baik dengan Pemkab Toba Samosir, dan mengucapkan terimakasih atas kesediaan pemerintah untuk membantu.

Penulis: frengki. Editor: gun.